Bencana di Sumatera: Korban Meninggal Capai 442 Jiwa

Nasional6834 Dilihat

Nasional, Aktual Daerah News.Id – 1/12/2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru terkait bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut). Hingga Senin, 1 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 442 orang, sementara 402 lainnya masih dalam pencarian.

Dikutip dari media detikNews, data ini merupakan laporan sementara yang dihimpun BNPB hingga Minggu, 30 November 2025, dan kemungkinan masih bertambah seiring proses pencarian di lapangan.

“Total korban meninggal dunia sebanyak 442 jiwa, dan 402 jiwa lainnya masih dinyatakan hilang,” tulis BNPB dalam keterangan resminya.

Sumatera Utara

Sumatera Utara menjadi wilayah dengan korban terbanyak. BNPB mencatat 217 orang meninggal dunia dan 209 masih hilang. Korban berasal dari sejumlah kabupaten/kota, seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, hingga Nias.

Selain korban jiwa, puluhan ribu warga terdampak dan ribuan lainnya mengungsi. Beberapa akses vital lumpuh akibat longsor dan kerusakan jembatan, termasuk:

Ruas Tarutung–Sibolga yang terputus di beberapa titik

Jalan Singkuang–Tabuyung serta Batang Natal–Muara Batang Gadis di Mandailing Natal

Jalan nasional Sibolga–Padang Sidempuan serta Sibolga–Tarutung

“Normalisasi jalan masih berlangsung, dan alat berat baru bisa menembus sekitar 40 kilometer,” ujar Kepala BNPB, Suharyanto.

Aceh

Di Aceh, jumlah korban meninggal mencapai 96 jiwa dan 75 masih hilang, tersebar di 11 kabupaten/kota seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, hingga Nagan Raya.

Jumlah pengungsi di Aceh juga sangat besar, mencapai 62.000 kepala keluarga.

Sumatera Barat

Sumbar turut mencatat dampak signifikan dengan 129 korban meninggal, 118 hilang, dan 16 luka-luka. Wilayah terdampak meliputi Agam, Padang Panjang, Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman, Solok, hingga Pesisir Selatan.

Total pengungsi mencapai 77.918 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Kota Padang dan Pesisir Selatan.

Menanggapi situasi ini, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengerahan seluruh kekuatan nasional untuk mempercepat tanggap darurat di tiga provinsi tersebut.

“Presiden memerintahkan untuk menambah seluruh kekuatan nasional, mempercepat evakuasi, distribusi logistik, perlindungan pengungsi, pemulihan infrastruktur, transportasi, dan komunikasi,” tegas Pratikno saat memimpin rapat koordinasi di Silangit, Sumut.

Bantuan logistik dari pemerintah dan berbagai lembaga terus mengalir ke lokasi terdampak, sementara proses evakuasi diperkuat. Selain fokus pada penanganan darurat, pemerintah menyiapkan rencana jangka panjang untuk pemulihan wilayah terdampak.

“Kami menyiapkan skenario rehabilitasi dan rekonstruksi, meski saat ini fokus utama tetap pada tanggap darurat,” kata Pratikno.

Lebih lanjut, Pratikno, menambahkan bahwa salah satu prioritas yang tengah dipercepat ialah penyediaan hunian sementara bagi warga yang kehilangan rumah.

“Pemulihan cepat harus dilakukan, termasuk hunian sementara. Kami akan dukung penuh pengerahan sumber daya dan memastikan sinergi di lapangan berjalan optimal,” ungkap Pratikno.

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *