Cuaca Ekstrem, Warung di Pinggir Pantai Abrasi Mukomuko Rusak Dihantam Ombak

Daerah4563 Dilihat

Mukomuko – 6/11/2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi di daerah Kabupaten Mukomuko.

Peringatan ini disampaikan setelah satu unit warung di kawasan pesisir Pantai Abrasi (PA) di Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko rusak diterjang ombak setinggi 1,5 hingga 2 meter pada Rabu sore 5 November 2025.

Tak hanya bangunan warga, struktur beton penahan gelombang yang berfungsi melindungi daratan dari abrasi juga dilaporkan roboh sepanjang sekitar 350 meter akibat terjangan gelombang pasang.

Adapun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, juga telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Provinsi Bengkulu untuk periode 5–8 November 2025.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Ahmad Hidayat Syah, menjelaskan bahwa hasil pemantauan tim di lapangan menunjukkan adanya peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah pesisir.

Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh tingginya curah hujan disertai angin kencang serta pasang air laut yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Mukomuko.

“Dari hasil pemantauan, satu warung di pinggir Pantai Abrasi (PA) Mukomuko mengalami kerusakan di bagian belakang. Sementara itu, beton penahan gelombang di sepanjang garis pantai juga ambruk hingga ratusan meter akibat gelombang pasang,” jelasnya.

BPBD Mukomuko mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir maupun nelayan agar tetap waspada dan menghindari aktivitas di area bibir pantai, terutama pada malam hari atau saat kondisi cuaca ekstrem. Gelombang laut saat ini dinilai belum stabil dan berpotensi meningkat sewaktu-waktu.

“Selain ancaman abrasi, wilayah Kabupaten Mukomuko juga berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi lainnya, seperti banjir, tanah longsor, serta genangan air di kawasan dataran rendah. Berdasarkan hasil pemantauan, intensitas curah hujan di sejumlah kecamatan tercatat mulai meningkat sejak awal November ini,” kata Ahmad.

Lebih lanjut, Ahmad, juga mengajak seluruh masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak terkait jika menemukan tanda-tanda potensi bencana, seperti retakan tanah, kenaikan permukaan air laut, atau kerusakan di garis pantai.

Tingkat kesiapsiagaan masyarakat memegang peranan penting dalam upaya meminimalkan risiko bencana, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif dan berpotensi ekstrem di daerah Kabupaten Mukomuko.

“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keselamatan bersama serta melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi yang berpotensi akan terus meningkat,” tutup Ahmad Hidayat Syah.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *