Dana Desa Berkurang, Pemdes Tanjung Mulya Hadapi Tantangan Pembangunan

Inovasi Desa3742 Dilihat

Mukomuko – 3/4/2026, Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Mulya, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, tengah menghadapi tantangan serius menyusul adanya pengurangan anggaran Dana Desa (DD) pada tahun 2026.

Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap kemampuan desa dalam merealisasikan berbagai usulan pembangunan dari masyarakat, terutama di sektor infrastruktur.

Kepala Desa Tanjung Mulya, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Wardoyo, mengungkapkan bahwa alokasi Dana Desa yang diterima pihaknya tahun ini hanya sekitar Rp 300 juta.

Jumlah ini dinilai jauh dari cukup untuk mengakomodasi kebutuhan pembangunan yang mendesak di desa, seperti perbaikan jalan yang mengalami kerusakan di berbagai titik.

“Dengan adanya pengurangan anggaran ini, kami cukup kebingungan untuk mengakomodasi usulan-usulan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur jalan yang kondisinya saat ini memerlukan perbaikan segera,” ungkapnya.

Pada tahun 2026 ini, pemerintah desa sebenarnya telah merencanakan program rehabilitasi jalan secara menyeluruh di wilayah Desa Tanjung Mulya. Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut sulit direalisasikan secara optimal.

Sebagai langkah alternatif, Pemdes Tanjung Mulya, berencana menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam waktu dekat. Salah satu agenda yang akan dibahas adalah pembentukan program “Bank Sawit”, yakni sebuah skema gotong royong berbasis partisipasi masyarakat, khususnya para pemilik kebun kelapa sawit.

“Kami mencoba mencari solusi dengan melibatkan partisipasi masyarakat melalui program Bank Sawit. Ini menjadi upaya bersama agar pembangunan tetap berjalan meskipun anggaran terbatas,” jelas Wardoyo.

Selain Dana Desa, Pemdes Tanjung Mulya juga memiliki Pendapatan Asli Desa (PAD) yang bersumber dari pengelolaan aset berupa lahan desa. Namun, PAD yang diperoleh hanya sekitar Rp 25 juta per tahun, sehingga belum mampu menopang kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Lebih lanjut, Wardoyo menambahkan bahwa selama ini dana PAD lebih difokuskan untuk kebutuhan sosial masyarakat, seperti membantu warga yang sakit dan tidak memiliki biaya pengobatan serta belum terjangkau oleh bantuan pemerintah.

“PAD desa kami prioritaskan untuk membantu warga yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti biaya kesehatan. Jadi, sangat tidak memungkinkan jika harus dialokasikan untuk pembangunan skala besar,” tambahnya.

Pemerintah Desa Tanjung Mulya juga berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mukomuko, khususnya dalam membantu pembiayaan pembangunan infrastruktur desa yang mendesak.

“Kami sangat berharap pemerintah kabupaten dapat memberikan solusi atau bantuan tambahan agar pembangunan di desa kami tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” tutup Wardoyo.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *