Mukomuko – 4/12/2025, Upaya Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko melakukan penanganan penyakit Ngorok pada hewan ternak mulai menunjukkan hasil positif.
Setelah sempat merebak sejak April lalu, Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan memastikan bahwa situasi kini terkendali dan tidak ada penambahan kasus baru sejak temuan terakhir di Kecamatan Air Dikit.
Penyakit Ngorok awalnya muncul di Kecamatan Teramang Jaya dan Ipuh, kemudian meluas ke beberapa wilayah lain seperti Sungai Rumbai, Selagan Raya, Kota Mukomuko, hingga akhirnya terdeteksi di Air Dikit pada pertengahan tahun.
Cepatnya penyebaran sempat menimbulkan kekhawatiran para peternak, terutama karena karakter penyakit yang mudah menular dan progresif.
Kabid Peternakan, Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Diana Nurwahyuni, menegaskan bahwa rangkaian langkah penanganan dilakukan secara intensif sejak kasus pertama ditemukan.
Hewan yang terinfeksi langsung mendapatkan perawatan, sementara ternak sehat diberikan vaksinasi untuk mencegah penularan.
“Pengobatan dan vaksinasi kami jalankan secara maksimal. Hasilnya cukup baik, dan sejak intervensi dilakukan, tidak ada lagi laporan kasus baru,” ujarnya.
Selama masa penanganan, layanan Puskeswan di sejumlah kecamatan telah menangani sekitar dua ribu kasus. Angka tersebut berasal dari penanganan di Ipuh, Sungai Rumbai, Teramang Jaya, Selagan Raya, Air Dikit, hingga wilayah Kota Mukomuko.
Di antara wilayah terdampak penyakit ngorok di wilayah Kabupaten Mukomuko, Kecamatan Teramang Jaya menjadi tingkat kematian ternak tertinggi.
Lebih lanjut, Diana, menambahkan bahwa kondisi itu membuat petugas harus memberikan perhatian lebih, mengingat banyaknya hewan yang terinfeksi dalam waktu singkat.
“Selain penanganan medis, kami gencarkan edukasi agar peternak lebih sigap dan mampu mencegah penularan lebih luas. Pendekatan ini terbukti membantu memutus rantai penyebaran,” tutup Diana Nurwahyuni.
RIZON SAPUTRA













