Bengkulu, Aktual Daerah.Id – 23/3/2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, tengah melakukan revitalisasi Taman Remaja (Taman Satwa Bengkulu) untuk meningkatkan kenyamanan, dan daya tariknya sebagai destinasi rekreasi bagi masyarakat, terutama menjelang libur Lebaran 2025.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Provinsi Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan bahwa berbagai perbaikan sedang dilakukan agar taman Taman Satwa Bengkulu dapat menjadi pilihan utama warga untuk berlibur.
“Kami ingin masyarakat Bengkulu memiliki tempat rekreasi yang nyaman saat libur Lebaran. Oleh karena itu, kami melakukan perbaikan dan penataan agar taman ini bisa menjadi tempat berkumpul yang menyenangkan bagi keluarga,” sampainya.

Revitalisasi ini mencakup pembenahan fasilitas guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung.
“Seluruh proses perbaikan tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi didukung oleh berbagai pihak,” jelas Helmi.
Lebih lanjut, Helmi, menambahkan bahwa pihaknya juga berencana untuk menambah koleksi satwa sebagai salah satu daya tarik baru Taman Satwa Bengkulu.
“Kami berkomitmen menghadirkan suasana baru dengan menambah satwa sesuai regulasi yang berlaku. Saat ini, kami fokus pada peningkatan dan penataan fasilitas yang ada,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas taman, pemerintah juga menggandeng mahasiswa arsitektur Universitas Bengkulu.
Sebelumnya, mereka menggelar sayembara desain bangunan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk kawasan Taman Remaja, dan desain terbaik akan segera direalisasikan di lokasi.
“Kami mengapresiasi kreativitas mahasiswa Universitas Bengkulu dalam mengusulkan konsep bangunan UMKM, ini merupakan langkah positif dalam mendorong peran generasi muda dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

Dengan berbagai pembaruan ini, Taman Remaja diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi utama masyarakat Bengkulu saat libur Lebaran, tetapi juga mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.
“Kami menargetkan penyelesaian revitalisasi sebelum Lebaran agar dapat dinikmati masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun daerah secara berkelanjutan,” tutup Helmi Hasan.
RIZON SAPUTRA













