Sri Mulyani Koreksi Anggaran Pendidikan, Naik Jadi Rp 274,7 Triliun di RAPBN 2026

Nasional5868 Dilihat

Nasional, Aktual Daerah News.Id – 22/8/2025, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merevisi besaran anggaran pendidikan yang dialokasikan untuk guru, dosen, dan tenaga kependidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Nilainya ditetapkan mencapai Rp 274,7 triliun, lebih tinggi dibandingkan angka yang sempat dipaparkan pada Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026, Jumat 15 Agustus 2025 yakni Rp 178,7 triliun.

“Anggaran pendidikan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh guru, dosen, dan tenaga pendidik adalah Rp 274,7 triliun,” ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Kamis 21 Agustus 2025, dikutip dari media cnnindonesia.com.

Koreksi ini terutama dipicu perbedaan pencatatan pada pos belanja pegawai. Tunjangan profesi guru (TPG) ASN daerah, misalnya, meningkat dari Rp 68,7 triliun menjadi Rp 69 triliun.

Perubahan signifikan juga terjadi pada TPG PNS, tunjangan profesi dosen (TPD) PNS, serta gaji pendidik yang naik dari Rp 82,9 triliun menjadi Rp 120,3 triliun. Adapun TPG non-PNS dan TPD non-PNS tetap berada di kisaran Rp 19,2 triliun dan Rp 3,2 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran, Luky Alfirman, menjelaskan bahwa koreksi dilakukan karena ada komponen belanja pegawai yang belum terhitung pada paparan awal.

“Perhitungan sebelumnya belum memasukkan seluruh komponen gaji dan tunjangan bagi guru, dosen, serta tenaga kependidikan di daerah,” jelasnya.

Kementerian Keuangan memastikan porsi anggaran pendidikan tetap konsisten sebesar 20 persen dari APBN. Untuk RAPBN 2026, total anggaran pendidikan dipatok Rp 757,8 triliun.

Rinciannya, belanja pendidikan melalui transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 253,4 triliun, mencakup tunjangan guru, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), BOP PAUD, BOP Kesetaraan, hingga tambahan penghasilan guru.

Sementara belanja melalui kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp 243,9 triliun, disalurkan melalui Kemendikdasmen, Kemendiktisaintek, Kemenag, Kementerian PUPR, serta Kemensos.

Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat alokasi Rp 223,6 triliun yang ditujukan bagi 71,9 juta siswa dan santri di seluruh Indonesia.

Tak hanya belanja rutin, anggaran pendidikan juga dialokasikan untuk pembiayaan sebesar Rp 37 triliun. Dana ini digunakan antara lain untuk beasiswa LPDP bagi 4.000 mahasiswa, pendanaan 452 riset, penguatan 21 PTN BH eksisting serta dua PTN BH baru, pengembangan sembilan sekolah unggulan, hingga revitalisasi 11.686 sekolah.

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *