Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$ 437,9 Miliar, Ini Penyebabnya

Nasional5530 Dilihat

Nasional, Aktual Daerah News.Id – 15/4/2026, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 mencapai US$ 437,9 miliar atau setara Rp 7.507 triliun (kurs Rp 17.140 per dolar AS).

Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding Januari 2026 yang tercatat sebesar US$ 434,9 miliar atau sekitar Rp 7.455,7 triliun, atau naik sekitar US$ 3 miliar.

Secara tahunan (year on year/yoy), ULN Indonesia tumbuh 2,5 persen, meningkat dibanding pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang hanya 1,7 persen.

Dikutip dari Tempo.co, Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pinoto, menjelaskan bahwa kenaikan ULN ini terutama dipicu oleh meningkatnya utang sektor publik, khususnya Bank Indonesia, akibat masuknya modal asing ke instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, utang luar negeri swasta justru mengalami penurunan.

“Peningkatan posisi Utang Luar Negeri (ULN) terutama didorong oleh sektor publik, sedangkan ULN swasta menurun,” kata Anton.

BI mencatat utang luar negeri pemerintah pada Februari 2026 sebesar US$ 215,9 miliar, dengan pertumbuhan 5,5 persen secara tahunan.

Penggunaan ULN pemerintah sebagian besar dimanfaatkan untuk mendukung beberapa sektor penting, seperti:

– Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,0 persen)
– Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,3 persen)
– Jasa Pendidikan (16,2 persen)
– Konstruksi (11,6 persen)
– Transportasi dan Pergudangan (8,5 persen)

Lebih lanjut, Anton menambahkan bahwa utang pemerintah masih didominasi utang jangka panjang dengan porsi 99,98 persen.

Sementara itu, posisi utang luar negeri swasta pada Februari 2026 tercatat sebesar US$ 193,7 miliar, atau turun 0,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Penurunan ini terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan yang turun 2,8 persen, serta perusahaan non-lembaga keuangan yang turun 0,2 persen.

Sektor penyumbang terbesar ULN swasta berasal dari:

– Industri Pengolahan
– Jasa Keuangan dan Asuransi
– Pengadaan Listrik dan Gas
– Pertambangan dan Penggalian

“Keempat sektor tersebut memiliki kontribusi sekitar 80,3 persen dari total ULN swasta. ULN swasta juga masih didominasi utang jangka panjang dengan porsi 76 persen,” tambahnya.

Selain itu, Anton juga mengatakan bahwa struktur utang luar negeri Indonesia masih dalam kondisi aman.

Hal itu terlihat dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada di angka 29,8 persen, serta dominasi utang jangka panjang yang mencapai 84,9 persen dari total ULN.

“Bank Indonesia bersama pemerintah, terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN agar tetap terjaga dan stabil,” tutup Anton Pinoto.

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *