Mukomuko – 20/9/2025, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, mengumumkan areal persawahan di daerah Kabupaten Mukomuko seluas 3.496 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan pada tahun 2025.
Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, SP, menjelaskan bahwa Kecamatan Lubuk Pinang mendominasi luas lahan sawah di daerah Kabupaten Mukomuko.
“Di Lubuk Pinang terdapat sekitar 1.846 hektare sawah yang tersebar di tujuh desa. Angka tersebut menempatkan wilayah ini sebagai penyumbang produksi padi terbesar di Mukomuko,” jelasnya.
Setelah Lubuk Pinang, Kecamatan Selagan Raya menempati posisi kedua dengan total 681 hektare lahan sawah yang dikelola di 10 desa dari 12 desa yang ada. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan XIV Koto dengan luas 373 hektare, disusul Kecamatan Air Manjunto dengan 301 hektare.
Kecamatan Ipuh juga tercatat masih memiliki sawah seluas 121 hektare. Namun, sebagian besar lahan di wilayah pesisir ini masih mengandalkan tadah hujan serta pompanisasi menggunakan irigasi bawah tanah.
“Kondisi pengairan memang terbatas, tetapi petani di Ipuh tetap berupaya mempertahankan produksi padi dengan memanfaatkan teknologi sederhana,” jelas Hari.
Berbeda dengan potensi sumber daya air yang dimiliki, Kecamatan V Koto justru hanya memiliki 90 hektare lahan sawah meski terdapat Bendung Manjunto yang menjadi salah satu bendungan terbesar di Mukomuko.
Adapun, untuk Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko menempati posisi terakhir dengan luas sawah 84 hektare, mayoritas berlokasi di Desa Talang Baru.
Lebih lanjut, Hari, menambahkan bahwa sebagian besar sawah di Mukomuko kini telah terlayani jaringan irigasi, meski masih ada yang bergantung pada tadah hujan dan pompanisasi. Ketersediaan irigasi dianggap penting dalam menjaga stabilitas produksi padi, terutama saat musim kemarau.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko akan terus berupaya memperkuat sarana penunjang pertanian agar produktivitas semakin meningkat.
“Kami berharap seluruh lahan sawah di Mukomuko ke depan dapat memperoleh akses irigasi yang memadai, sehingga produksi padi lebih terjaga dan ketahanan pangan daerah tetap stabil,” tutup Hari Mustaman, SP.
RIZON SAPUTRA







