Mukomuko – 19/9/2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, mengumumkan penggunaan rokok elektrik atau vape kian mencuri perhatian publik setelah sejumlah negara, seperti Singapura dan Thailand, menerapkan larangan total terhadap peredaran maupun pemakaiannya.
Kebijakan tersebut muncul seiring meningkatnya laporan gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan vape, termasuk fenomena yang populer disebut “vape zombie”.
Vape sendiri merupakan perangkat elektronik berbaterai yang memanaskan cairan khusus atau e-liquid hingga menghasilkan uap untuk dihirup.
Meski sering dianggap sebagai alternatif rokok konvensional, berbagai studi menyebutkan cairan vape tetap mengandung zat adiktif dan bahan kimia yang berisiko bagi kesehatan.
Berbeda dengan kebijakan ketat di luar negeri, Indonesia hingga sekarang masih memperbolehkan peredaran vape, dan kondisi ini membuat jumlah penggunanya terus meningkat, termasuk di daerah Kabupaten Mukomuko.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu instruksi resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelum mengambil langkah tegas di daerah Kabupaten Mukomuko.
“Larangan penggunaan vape memang sudah diterapkan di beberapa negara, namun hingga saat ini kami belum menerima arahan langsung dari Kemenkes,” ungkapnya.
Menurutnya, pengawasan terhadap peredaran rokok elektrik bukan sepenuhnya kewenangan Dinkes. Distribusi vape berada di bawah pengawasan Bea Cukai, sementara aspek kandungan zat adiktif dalam cairannya merupakan tanggung jawab Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Lebih lanjut, Bustam, menambahkan bahwa pihaknya dalam waktu sekarang fokus pada upaya promotif dan preventif, yakni memberikan informasi kepada masyarakat tentang potensi bahaya dari penggunaan vape sekaligus pencegahan penyakit yang bisa ditimbulkannya.
“Kami berharap pemerintah pusat segera menerbitkan regulasi yang lebih jelas mengenai vape. Dengan adanya payung hukum yang kuat, pengendalian di tingkat daerah diharapkan dapat berjalan lebih efektif,” tutup Bustam Bustomo.
RIZON SAPUTRA







