Bengkulu, Aktual Daerah News.Id – 27/1/2026, Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) resmi menegaskan posisinya sebagai organisasi yang menghimpun pelaku media sosial, media siber, dan jurnalis dalam satu wadah bersama di tengah pesatnya transformasi digital.
Kehadiran AMJ dilatarbelakangi oleh perubahan signifikan dalam ekosistem informasi publik. Perkembangan teknologi telah mengaburkan sekat antara media sosial, media online, dan jurnalisme, yang sekarang saling terhubung dalam proses penciptaan hingga penyebaran informasi.
Kondisi tersebut mendorong perlunya sebuah organisasi yang mampu menjembatani ketiga unsur tersebut secara kolaboratif dan bertanggung jawab.
AMJ didirikan dengan tujuan menjadi ruang berhimpun bagi pengguna platform media sosial, pengelola media siber, serta jurnalis atau wartawan untuk mencapai kepentingan bersama secara profesional, beretika, dan taat terhadap ketentuan hukum.
Selain itu, AMJ berkomitmen memperkuat fungsi media sebagai sarana edukasi publik, kontrol sosial, dan penopang demokrasi.
Dalam visi yang diusung, AMJ menargetkan terwujudnya media dan jurnalis yang produktif, kompeten, serta memiliki daya saing dan kontribusi nyata bagi bangsa, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Untuk mewujudkan visi tersebut, AMJ menetapkan sejumlah misi strategis, di antaranya menjaga keberlangsungan dan eksistensi media serta jurnalis, meningkatkan profesionalisme dan etika, memperjuangkan kepentingan insan media, memanfaatkan teknologi informasi secara bertanggung jawab, serta membangun kemitraan dan kerja sama lintas sektor dalam mendukung pembangunan.
Penggagas sekaligus pendiri AMJ, Wibowo Susilo, S.E., menyampaikan bahwa pembentukan AMJ merupakan respons atas realitas baru dunia media yang tidak lagi dapat dipisahkan berdasarkan platform.
“Media sosial, media siber, dan jurnalis hari ini berada dalam satu ekosistem informasi yang saling terkait. AMJ hadir sebagai wadah agar seluruh elemen ini dapat berjalan searah, profesional, dan bertanggung jawab,” katanya.
Lebih lanjut, Wibowo, menegaskan bahwa AMJ tidak hanya memperjuangkan kebebasan berekspresi, tetapi juga menaruh perhatian besar pada kualitas, etika, dan keberlanjutan media.
“Kecepatan dan kreativitas harus diimbangi dengan kompetensi, etika, serta ketaatan terhadap regulasi. Media dan jurnalis harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Wibowo Susilo, S.E.
RIZON SAPUTRA







