Mukomuko – 8/11/2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, mengumumkan sebanyak 12 dari 15 kecamatan di wilayah Kabupaten Mukomuko masuk dalam kategori rawan banjir, dan sebagian besar berada di daerah yang berdekatan dengan aliran sungai besar.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Mukomuko, Ahmad Hidayat Syah, mengungkapkan bahwa hanya tiga kecamatan di daerah Kabupaten Mukomuko yang relatif aman dari ancaman banjir, yaitu Kecamatan Air Dikit, Sungai Rumbai, dan Malin Deman.
“Sisanya, ada 12 kecamatan yang termasuk daerah rawan banjir. Lokasinya umumnya berada di sekitar bantaran sungai seperti Sungai Manjuto, Selagan, Bantal, dan Muar,” ungkapnya.
Adapun, 12 kecamatan yang rawan terdampak banjir tersebut meliputi Kecamatan V Koto, Lubuk Pinang, XIV Koto, Air Manjuto, Kota Mukomuko, Penarik, Teras Terunjam, Selagan Raya, Teramang Jaya, Pondok Suguh, Ipuh, dan Air Rami.
Terdapat beberapa titik banjir yang tersebar di wilayah-wilayah tersebut. Seperti, di Kecamatan V Koto terdapat titik rawan di sekitar cucian Talang Sakti, sementara di Kecamatan Lubuk Pinang terdapat di Desa Lubuk Pinang. Di Kecamatan XIV Koto terdapat titik rawan di Desa Rawan Mulya, dan di Kecamatan Air Manjuto berada di Desa Kota Praja.
“Untuk Kecamatan Kota Mukomuko, titik banjir tersebar di Desa Pondok Batu, Tanah Rekah, Tanah Harapan, dan Bandar Ratu. Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah desa di Kecamatan Penarik, Teras Terunjam, Selagan Raya, hingga wilayah selatan seperti Teramang Jaya, Pondok Suguh, Ipuh, dan Air Rami,” jelas Hidayat.
Beberapa desa di bagian pesisir seperti Semundam, Pulau Makmur, Air Buluh, dan Talang Rio juga tercatat pernah mengalami potensi banjir akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sungai.
Lebih lanjut, Hidayat, juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di daerah Kabupaten Mukomuko agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rendah dan dekat sungai.
“Kami meminta kepada seluruh masyarakat di daerah Kabupaten Mukomuko untuk tetap waspada dan segera melapor jika terjadi kenaikan debit air agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” tutup Ahmad Hidayat Syah.
RIZON SAPUTRA










