Mukomuko – 14/8/2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko mencatat adanya penurunan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah Kabupaten Mukomuko pada Juli tahun 2025.
Dimana berdasarkan data yang diterima oleh Dinkes dari seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Mukomuko menunjukkan hanya terdapat 4 kasus yang dilaporkan pada bulan Juli 2025.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mukomuko, Hamdan, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan yang terendah sepanjang tahun 2025.
“Berdasarkan data yang kami terima dari seluruh Puskesmas di daerah Kabupaten Mukomuko, kasus DBD pada Juli 2025 hanya tercatat 4 kasus,” ujarnya.
Dengan rincian kasus DBD di Kabupaten Mukomuko dari Januari hingga Juli 2025 yakni, Januari tercatat 15 kasus, Februari 7 kasus, Maret 10 kasus, April 14 kasus, Mei 14 kasus, Juni 5 kasus, dan penurunan signifikan terjadi pada Juli menjadi 4 kasus.
“Tiga wilayah dengan kasus tertinggi dari bulan Januari hingga Juli 2025 mencakup, Lubuk Sanai dengan 12 kasus, disusul Kota Mukomuko sebanyak 11 kasus, dan Dusun Baru dengan 10 kasus,” jelas Hamdan.
Lebih lanjut, Hamdan, juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lengah meskipun terdapat penurunan kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) di daerah Kabupaten Mukomuko pada Juli 2025.
“Untuk itu, sangat penting peran aktif dari warga dalam upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan metode 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar warga menghindari adanya genangan air di sekitar rumah dan tidak menggantung pakaian di dalam kamar, karena hal tersebut bisa menjadi tempat persembunyian nyamuk Aedes aegypti.
“Kami berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah terus ditingkatkan, untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman DBD,” tutup Hamdan.
RIZON SAPUTRA







