Krisis BBM Landa Bengkulu, Warga Antri hingga 2 Kilometer dan Harga Eceran Melonjak

Daerah147 Dilihat

Bengkulu, Aktual Daerah.Id – 26/5/2025, Provinsi Bengkulu tengah menghadapi krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menyebabkan antrian panjang di sejumlah SPBU dan lonjakan harga BBM eceran di berbagai wilayah.

Warsito, warga Sawah Lebar, mengaku pada saat ini terutama di Kota Bengkulu, antrian kendaraan mengular hingga dua kilometer di SPBU Panorama (SPBU Tebeng), dan harus mengantri selama dua jam di bawah terik matahari.

“Sejak pukul 9 pagi saya antri, sekarang sudah jam 11 belum juga dapat. Pertalite, Pertamax, semua langka. Di pengecer pun susah,” keluhnya.

Selain itu, Warsito, juga menekankan bahwa perlunya solusi cepat dari pemerintah daerah. Diketahui kelangkaan ini bukan peristiwa baru, tetapi sudah terjadi selama hampir satu minggu.

Kemudian, Pihak Pertamina Wilayah Bengkulu, melalui perwakilannya, Fauzan, menjelaskan bahwa kendala distribusi BBM terjadi karena pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai.

Kapal pengangkut BBM tidak bisa bersandar dan distribusi harus dialihkan melalui jalur darat dari Lubuk Linggau dan Jambi.

“Namun, distribusi dari Palembang ke Lubuk Linggau pun terkendala masalah operasional, menyebabkan pasokan terganggu,” ungkap Fauzan.

Dilanjutkan Gubernur Provinsi Bengkulu, Helmi Hasan, merespons cepat dengan mengajukan permintaan penambahan kuota BBM kepada Pertamina dan Kementerian BUMN. Masalah ini tidak semata-mata disebabkan pendangkalan pelabuhan.

“Dulu saat alur masih lancar pun antrian panjang tetap terjadi. Kita butuh solusi menyeluruh,” ujarnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan distribusi, mengingat provinsi tetangga seperti Lampung dan Sumatera Selatan tidak mengalami kelangkaan serupa.

“Dalam hal ini, perlunya pengawasan ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi dan mendorong optimalisasi sistem barcode untuk mencegah penyalahgunaan,” ujar Gubernur Helmi Hasan.

Adapun, dalam waktu sekarang diketahui kelangkaan BBM ini sudah berdampak luas, termasuk di Kabupaten Seluma di Provinsi Bengkulu.

Selain itu, Anggota DPRD Seluma, Febrinanda Putra Pratama, mengungkapkan bahwa harga BBM eceran di sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu mencapai Rp 30.000 per liter.

“Ini sangat memberatkan masyarakat, terutama nelayan, petani, dan pelaku UMKM. Pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret,” tegasnya.

“Diharapkan pak Bupati Seluma segera berkoordinasi dengan Gubernur dan pihak Pertamina untuk mencari solusi cepat. Dan kami berharap pemerintah pusat juga meninjau ulang sistem distribusi BBM ke wilayah terpencil,” ungkap Febrinanda.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI), Steven, menyebut para pelaku usaha Pertashop mengalami keterlambatan distribusi hingga 14 hari.

Untuk itu, diharapkan pemerintah segera melakukan pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai agar pasokan BBM kembali normal di Provinsi Bengkulu.

“Jika jalur laut kembali dibuka, pasokan bisa langsung masuk dari depot BBM Pulau Baai, sehingga krisis ini bisa segera teratasi,” pungkas Steven, seperti yang dikutip dari media KOMPAS.com.

Situasi ini membuat masyarakat berharap agar pemerintah pusat dan daerah dapat bersinergi lebih cepat, untuk mengakhiri krisis yang telah mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial di Provinsi Bengkulu.

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *