Pemdes Taba Padang Gelar Rembuk Stunting, Bahas Strategi Penanganan dan Pencegahan di Tahun 2026

Inovasi Desa3199 Dilihat

Kepahiang, Aktual Daerah News.Id – 15/10/2025, Pemerintah Desa Taba Padang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, menggelar kegiatan rembuk stunting di Balai Desa setempat pada Jum’at 18 Juli 2025.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pra-musdes (musyawarah desa) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari amanat Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten yang menekankan agar desa memprioritaskan penggunaan Dana Desa Tahun 2025 untuk pencegahan dan penanganan stunting.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Camat Seberang Musi Dedi, perwakilan Dinas PMD Kabupaten, Kasi PMD Kecamatan, pendamping desa, perwakilan Puskesmas Talang Babatan, Kepala Desa Yoyon beserta perangkat desa, BPD, PKK, kader TPK, KPM, kader Posyandu, kader KB, karang taruna, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Kepala Desa Taba Padang, Yoyon, dalam sambutannya menegaskan bahwa rembuk stunting merupakan kegiatan wajib yang dilaksanakan setiap desa sesuai dengan instruksi pemerintah pusat. Penanganan stunting menjadi prioritas nasional karena menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Permasalahan stunting berdampak langsung pada tumbuh kembang anak dan masa depan generasi mendatang. Oleh karena itu, kegiatan ini harus dilakukan secara konvergen, terpusat, terpadu, dan terkoordinasi oleh lintas sektor,” sampainya.

Dalam kegiatan ini, juga dihasilkan sejumlah usulan dan rumusan solusi terkait berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam pelaksanaan program penanganan stunting di tingkat desa.

Lebih lanjut, Yoyon, menambahkan bahwa hasil dari rembuk stunting ini akan menjadi dasar penyusunan RKPDes dan APBDes agar program penanganan serta pencegahan stunting benar-benar terakomodasi dalam perencanaan pembangunan desa.

“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat komitmen pemerintah desa dalam merencanakan, melaksanakan, serta memantau program intervensi yang fokus mengurangi angka gagal tumbuh pada anak. Ini merupakan bagian dari kontribusi desa dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” tutup Yoyon.(Doni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *