Nasional, Aktual Daerah News.Id – 18/11/2025, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas.
Peluncuran ini turut dihadiri pejabat tinggi lintas kementerian dan lembaga, termasuk unsur Pemerintah Daerah Jawa Barat dan Kota Bekasi, serta para mitra terkait.
Inisiatif ini menjadi tonggak penting percepatan transformasi digital di sektor pendidikan, dengan tujuan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Peresmian program dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, disaksikan secara daring oleh lebih dari 1.000 sekolah perwakilan dari 38 provinsi, pada Senin, 17 November 2025.
Dikutip dari Klikwarta.com, dalam sambutannya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa digitalisasi pembelajaran merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional.
“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan program digitalisasi pembelajaran. Panel ini diharapkan dapat membantu seluruh siswa di Indonesia belajar lebih baik, lebih semangat, dan lebih cepat. Semua ilmu dan bahan pembelajaran dapat diakses dengan lebih mudah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prabowo, juga mengapresiasi kerja Kemendikdasmen yang telah mengawal pelaksanaan program ini sejak Mei 2025. Hingga saat ini, 173 ribu panel interaktif telah tiba di sekolah-sekolah penerima.
“Ini baru permulaan. Kita akan terus mengembangkan program ini, termasuk membuka studio di Jakarta yang akan memungkinkan guru memberikan pelajaran kepada seluruh sekolah di Indonesia. Semua modul pembelajaran akan tersedia gratis dan dapat diakses oleh siapa saja,” ucap Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 dan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 yang mengatur percepatan pembangunan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran.
“Program yang mulai dilaksanakan pada 15 Agustus 2025 ini menyasar 288.865 sekolah. Per 16 November 2025, pengiriman perangkat telah mencapai 215.572 unit, dengan 173 ribu di antaranya sudah diterima sekolah atau sekitar 75 persen dari total distribusi yang ditargetkan selesai pada Desember 2025,” katanya.
Adapun, program ini mencakup penyediaan Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP), laptop, konten pembelajaran digital, serta pelatihan guru. Untuk mendukung ekosistem digital, Kemendikdasmen juga meluncurkan Rumah Pendidikan, sebuah superaplikasi yang mengintegrasikan delapan ruang pembelajaran, mulai dari video interaktif, laboratorium maya, hingga gim edukatif.
Dalam hal peningkatan kapasitas guru, Kemendikdasmen telah memberikan pelatihan pemanfaatan perangkat digital kepada 64 ribu guru. Upaya ini diperkuat dengan kehadiran Pejuang Pendidikan Digital, sebanyak 1.450 pendidik dan tenaga kependidikan yang bertugas mendampingi sekolah dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Alumni LPDP juga berperan aktif sebagai fasilitator pembelajaran interaktif.
Rangkaian peluncuran program diawali dengan peninjauan Presiden Prabowo terhadap penggunaan Papan Interaktif Digital di kelas, termasuk demonstrasi model station rotation dan pembelajaran jarak jauh.
Kepala negara turut berinteraksi langsung dengan sekolah-sekolah yang terhubung melalui Zoom, memperlihatkan bagaimana teknologi mampu mempertemukan ruang belajar dari berbagai daerah secara serentak.
Lebih lanjut, Abdul, menambahkan bahwa transformasi pendidikan bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi, tetapi membangun ekosistem pembelajaran yang kreatif, inklusif, dan berkeadilan.
“Melalui integrasi teknologi, konten berkualitas, pelatihan pendidik, serta kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan membuka peluang yang sama bagi seluruh anak Indonesia untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan terbaik,” tutup Abdul Mu’ti.
RIZON SAPUTRA













