Proyek PIK2 Bawa Dampak Ekonomi Besar, Sumbang Rp 50 Triliun Pajak ke Negara

Nasional115 Dilihat

Jakarta, Aktual Daerah.Id – 4/2/2025, Proyek pengembangan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) yang digagas oleh Agung Sedayu Group (ASG) kini tengah menjadi sorotan publik dan banyak dibicarakan.

Proyek besar ini telah memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian negara, khususnya dalam hal pajak yang dibayarkan.

Dikutip dari media CNBC Indonesia, dalam hal ini, Presiden Direktur Agung Sedayu Group, Nono Sampono, mengungkapkan bahwa selama masa pembangunan PIK2, pihaknya telah menyetor pajak sekitar Rp 50 triliun kepada pemerintah pusat dan daerah.

“Secara keseluruhan, pajak yang dibayar oleh ASG mencapai hampir Rp 50 triliun. Ini termasuk pajak yang diterima oleh pemerintah daerah dan pusat,” ujarnya.

Adapun, proyek PIK2 tersebut memberikan dampak besar terhadap masyarakat sekitar, salah satunya adalah penyerapan tenaga kerja yang hampir mencapai 200.000 orang.

“Penyerapan ini mencakup pekerja langsung, seperti karyawan tetap di proyek, serta pekerja tidak langsung seperti satpam dan berbagai posisi lainnya,” jelas Nono.

Lebih lanjut, Nono Sampono, menambahkan bahwa proyek PIK2 juga berperan penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang, yang kini menduduki posisi sebagai daerah dengan PAD tertinggi di Indonesia.

“Proyek ini juga turut meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Tangerang, yang sekarang menjadi yang tertinggi di Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, Agung Sedayu Group, berkomitmen untuk melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang secara rutin dijalankan untuk membantu masyarakat sekitar, terutama yang berada di wilayah pesisir Jakarta Utara dan Banten, yang terdampak oleh proyek PIK2.

Program CSR yang dilakukan antara lain mencakup pembangunan dan renovasi rumah ibadah, perbaikan jalan desa, bedah rumah, serta pembangunan fasilitas pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi. ASG juga memberikan beasiswa untuk anak-anak yang tinggal di sekitar proyek tersebut.

“Walaupun sulit untuk mengukur nilai dana CSR secara pasti, kami telah melakukan banyak hal. Kami telah membangun dan merenovasi rumah ibadah, memperbaiki jalan desa, serta membantu berbagai kegiatan sosial masyarakat,” tutup Nono Sampono. (rz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *