Mukomuko – 17/10/2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, mengonfirmasi terjadinya peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Mukomuko pada bulan September 2025.
Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular, Hamdan, menyatakan bahwa pada bulan September tercatat 8 kasus DBD, sementara bulan sebelumnya, Agustus 2025, tidak ditemukan kasus serupa di wilayah Kabupaten Mukomuko.
Adapun, rincian kasus DBD sepanjang tahun 2025 di daerah Kabupaten Mukomuko adalah: Januari tercatat 15 kasus, Februari 7 kasus, Maret 10 kasus, April 14 kasus, Mei 14 kasus, Juni 5 kasus, Juli 4 kasus, Agustus 0 kasus, dan September 8 kasus.
“Dengan ini dihimbau kepada masyarakat untuk lebih aktif dalam melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dengan mengikuti metode 3M Plus. Yaitu, Menguras tempat penampungan air, Menutup wadah air, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Mukomuko juga menyarankan masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan tambahan, seperti memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan obat anti-nyamuk, memasang kawat kasa di ventilasi rumah, serta melakukan gotong-royong membersihkan lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, Hamdan, menambahkan bahwa pengecekan tempat penampungan air dan penggunaan larvasida di tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk juga sangat dianjurkan.
“Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan DBD, sehingga angka kasus dapat ditekan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko juga mengingatkan agar tindakan pencegahan dilakukan secara rutin dan tidak hanya pada musim tertentu.
“Langkah ini menjadi kunci utama untuk memutus rantai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Mukomuko,” tutup Hamdan.
RIZON SAPUTRA







