Nasional, Aktual Daerah News.Id – 7/11/2025, Tiga astronaut China dari misi Shenzhou-20 harus menunda kepulangan mereka ke Bumi setelah pesawat antariksa yang ditumpangi diduga terkena serpihan puing-puing di orbit.
Padahal, mereka dijadwalkan kembali ke Bumi pada Rabu, 5 November 2025, setelah menyelesaikan misi selama enam bulan di stasiun ruang angkasa Tiangong.
Dikutip dari media cnnindonesia.com, Badan Antariksa Berawak China (CMSA) dalam keterangannya menyebutkan, analisis dan penilaian risiko tengah dilakukan untuk memastikan keselamatan kru sebelum proses pemulangan dapat dilanjutkan.
“Pesawat ruang angkasa berawak Shenzhou-20 diduga tertimpa potongan kecil puing orbit. Saat ini kami sedang menilai dampak dan risiko yang mungkin terjadi,” demikian pernyataan CMSA.
Pihak CMSA menegaskan bahwa keselamatan astronaut menjadi prioritas utama, sehingga jadwal kepulangan ditunda tanpa batas waktu hingga kondisi benar-benar aman.
Sebelum insiden ini, ketiga astronaut tersebut sempat melakukan upacara serah terima dengan kru Shenzhou-21 yang tiba di Tiangong awal pekan ini. Dalam laporan media pemerintah, kedua tim bahkan sempat menikmati santapan ayam panggang pertama yang dimasak di oven luar angkasa buatan China.
Seorang pakar dirgantara China, Yu Jun, yang dikenal publik dengan nama “Steed’s Scarf”, menjelaskan bahwa otoritas China telah menyiapkan “rencana B” bila hasil evaluasi menunjukkan risiko tinggi bagi Shenzhou-20 untuk kembali ke Bumi.
“Pesawat Shenzhou-22 dan roket Long March 2F sekarang dalam status siaga darurat. Mereka siap diluncurkan untuk menjemput para astronaut jika kondisi memaksa,” ungkap Yu.
China terus memperkuat ambisinya di bidang antariksa. Sejak meluncurkan program berawak pertamanya, negara itu telah melakukan 37 misi penerbangan, termasuk enam penerbangan berawak. Beijing bahkan menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada tahun 2030.
Komandan misi Chen Dong sekarang mencatat rekor baru sebagai astronaut China dengan durasi terbang kumulatif terlama lebih dari 380 hari di orbit, serta aktivitas luar angkasa terbanyak, yakni enam kali.
Meski di tengah situasi tak menentu, langkah China tetap mencerminkan upaya strategis untuk memperluas kerja sama internasional di bidang kedirgantaraan.
Kehadiran astronaut asing di Tiangong menjadi sinyal keterbukaan baru dalam diplomasi ruang angkasa global, yang sekarang tidak lagi didominasi satu kekuatan tunggal.
RIZON SAPUTRA







