Bengkulu, Aktual Daerah News.Id – 11/2/2026, Gubernur Provinsi Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi melalui Program Kopi Merah Putih.
Program ini resmi diluncurkan dengan penanaman perdana di Desa Mangku Rajo, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Provinsi Bengkulu, Helmi Hasan mengatakan bahwa pemerintah daerah ingin petani kopi tidak lagi hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah.
Petani harus mampu mengolah dan memasarkan produk agar memperoleh nilai tambah dan harga yang lebih baik.
“Petani harus naik kelas. Pemerintah akan hadir mendampingi secara menyeluruh agar petani mendapatkan hasil maksimal,” kata Gubernur Provinsi Bengkulu, Helmi Hasan.

Sementara itu, Prof. Eggy Mahardika, juga mendorong agar petani menerapkan teknik budidaya modern agar produksi dan kualitas kopi meningkat.
“Dengan penggunaan teknologi dan metode pertanian yang tepat, diharapkan dapat memperkuat daya saing kopi rakyat di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Kemudian, Ketua Kelompok Tani Argo Mulya, Slamet, berharap pemerintah juga membantu penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung produktivitas.
“Kami berharap pendampingan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga petani benar-benar memperoleh hasil yang optimal,” ujar Slamet.
Adapun, pada tahap awal, program Kopi Merah Putih dikembangkan di lahan seluas 20 hektare. Program ini merupakan hasil persiapan selama 1 tahun dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pendampingan dari Prof. Eggy Mahardika.
Selain itu, program Kopi Merah Putih ini juga lahir dari aspirasi petani yang selama ini menghadapi persoalan harga kopi yang tidak stabil.
Pemerintah Provinsi Bengkulu membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Merah Putih untuk memastikan pendampingan berjalan berkelanjutan, mulai dari proses penanaman, perawatan, pengolahan, hingga pemasaran hasil panen.
RIZON SAPUTRA







