BPBD Mukomuko Kesulitan Perluas Program Desa Tangguh Bencana, Ini Penyebabnya

Daerah4416 Dilihat

Mukomuko – 18/4/2026, Program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kabupaten Mukomuko masih belum berkembang secara maksimal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukomuko mencatat, dalam waktu sekarang baru 13 desa di Mukomuko yang telah menyandang status Destana.

Jumlah ini dinilai masih sangat minim jika dibandingkan dengan total wilayah administratif di Mukomuko yang terdiri dari 148 desa dan 3 kelurahan yang tersebar di 15 kecamatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukomuko, Ruri Irwandi, mengungkapkan bahwa rencana penambahan Destana pada tahun 2026 belum bisa dilaksanakan, dikarenakan keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

Pembentukan Destana di Mukomuko membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan.

Tahapan yang harus dilalui meliputi sosialisasi, pelatihan kebencanaan bagi aparat desa dan masyarakat, hingga penyusunan rencana kontinjensi di tingkat desa.

“Semua tahapan itu membutuhkan dana. Kalau tidak ada anggaran yang cukup, program tidak bisa berjalan secara menyeluruh,” ungkapnya.

Menurutnya, tanpa dukungan anggaran yang jelas, upaya mempercepat penambahan desa tangguh bencana akan sulit dilakukan.

Padahal, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dinilai sangat penting mengingat luas wilayah dan potensi bencana yang dimiliki Mukomuko.

Meski perluasan program Destana belum dapat berjalan, BPBD Mukomuko memastikan tetap melakukan edukasi dan koordinasi kebencanaan sesuai kemampuan yang ada, agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana di daerahnya.

Lebih lanjut, Ruri menambahkan bahwa semakin banyak desa yang siap menghadapi bencana, maka risiko kerugian maupun korban dapat ditekan.

“Tujuan kita memperkuat ketahanan masyarakat di daerah Kabupaten Mukomuko. Tapi tentu harus didukung anggaran,” tutup Ruri Irwandi.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *