Angka Stunting di Mukomuko Turun Jadi 3,36 Persen pada 2026

Daerah4416 Dilihat

Mukomuko – 26/10/2026, Angka stunting di Kabupaten Mukomuko, mengalami penurunan pada 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, prevalensi stunting tercatat sebesar 3,36 persen, turun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 4,52 persen.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Mukomuko, Purwanto, mengatakan penurunan tersebut menjadi perkembangan positif dalam upaya pemerintah daerah menekan angka stunting.

“Angka stunting di Kabupaten Mukomuko pada tahun ini mengalami penurunan dari 4,52 persen pada 2025 menjadi 3,36 persen pada 2026,” katanya.

Ia menjelaskan, capaian tersebut berada jauh di bawah target prevalensi stunting Kabupaten Mukomuko sebesar 18,8 persen maupun target nasional sebesar 14 persen.

Sementara itu, jumlah balita yang telah menjalani pengukuran pada 2026 tercatat sebanyak 10.854 anak. Data tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pemantauan pertumbuhan dan status gizi balita di Kabupaten Mukomuko.

Dalam upaya mencegah dan menekan angka stunting, Dinkes Mukomuko terus meningkatkan pemantauan tumbuh kembang anak melalui kegiatan posyandu.

“Pemantauan dilakukan dengan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan untuk mengetahui kondisi pertumbuhan serta status gizi anak,” jelas Purwanto.

Selain itu, Dinkes juga menggencarkan sosialisasi dan koordinasi lintas sektor serta lintas program untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan asupan gizi bagi bayi dan balita.

“Langkah pencegahan dilakukan melalui peningkatan pemantauan tumbuh kembang anak di posyandu, termasuk pengukuran dan penimbangan. Kami juga melakukan sosialisasi serta koordinasi lintas sektor dan lintas program mengenai pentingnya asupan gizi bagi bayi dan balita agar terhindar dari stunting,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Dinkes Mukomuko juga mengembangkan inovasi penanganan stunting berbasis peran serta masyarakat, baik di lingkungan desa maupun sekolah.

Kemudian, Dinkes Mukomuko juga memberikan makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal kepada balita yang membutuhkan perhatian gizi, seperti balita bertubuh kurus atau yang berat badannya tidak mengalami kenaikan.

Pemberian makanan tambahan tersebut dilakukan secara berkala, yakni satu kali dalam sebulan, sebagai upaya mendukung perbaikan status gizi balita.

Lebih lanjut, Purwanto juga berharap penurunan angka stunting dapat terus berlanjut dan diikuti dengan peningkatan kualitas kesehatan serta tumbuh kembang anak.

“Kami berharap angka stunting di daerah Kabupaten Mukomuko terus mengalami penurunan sehingga ke depan Kabupaten Mukomuko dapat bebas dari stunting,” tutup Purwanto.(Rz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *