Distan Mukomuko: Inseminasi Buatan Kunci Lahirkan Sapi Berkualitas

Daerah4341 Dilihat

Mukomuko – 22/7/2026, Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, mengintensifkan sosialisasi kepada para peternak agar memanfaatkan teknologi inseminasi buatan (IB) sebagai upaya meningkatkan kualitas genetik dan produktivitas ternak sapi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, mengatakan penggunaan inseminasi buatan menjadi salah satu langkah strategis untuk menghasilkan bibit sapi yang lebih unggul dibandingkan metode kawin alami.

Selama ini peternak masih menggunakan dua metode perkawinan ternak, yakni kawin alami dengan pejantan dan inseminasi buatan atau yang dikenal dengan kawin suntik.

“Kalau mengandalkan kawin alami, kita tidak bisa memastikan kualitas anak yang akan lahir. Postur tubuh, pertumbuhan, hingga produktivitasnya sangat bergantung pada pejantan yang digunakan. Berbeda dengan inseminasi buatan, peternak dapat memilih bibit unggul sesuai kebutuhan sehingga kualitas keturunannya lebih terjamin,” katanya.

Penggunaan semen beku dari pejantan unggul memungkinkan lahirnya anak sapi dengan pertumbuhan lebih baik, postur tubuh yang lebih ideal, serta produktivitas yang lebih tinggi.

Menurutnya, ketersediaan bibit untuk program inseminasi buatan di Kabupaten Mukomuko masih mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk memanfaatkan layanan tersebut.

“Alhamdulillah, stok bibit unggul di Mukomuko tersedia. Ini menjadi kesempatan bagi para peternak untuk meningkatkan mutu ternaknya melalui program inseminasi buatan,” kata Hari.

Lebih lanjut, ia menilai peningkatan kualitas genetik ternak merupakan salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing peternak lokal.

Karena itu, Dinas Pertanian akan memberikan pendampingan melalui para inseminator yang bertugas di lapangan agar pelaksanaan program berjalan optimal.

“Kami berharap populasi sapi di Mukomuko ke depan memiliki kualitas yang semakin baik, pertumbuhannya optimal, sehat, dan produktivitasnya meningkat. Semua itu dimulai dari pemilihan bibit unggul sejak proses perkembangbiakan,” pungkasnya.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *