Nasional, Aktual Daerah News.Id – 31/7/2025, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Provinsi Bengkulu, menggelar pelatihan intensif untuk puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan fokus pada pengembangan fesyen berbasis wastra khas daerah.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing ekonomi lokal melalui kreativitas dan inovasi dalam produk fesyen yang mengangkat kearifan budaya lokal.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi Bank Indonesia untuk memperkuat daya saing daerah.
“Penguatan UMKM berbasis wastra menjadi salah satu prioritas kami, karena potensi kearifan lokal yang dimiliki Provinsi Bengkulu sangat besar dan bisa mendukung pengembangan industri kreatif,” sampainya, seperti yang dikutip dari media bengkulu.antaranews.com.
Pelatihan yang berlangsung selama 14 hari ini diikuti oleh 30 peserta, yang terdiri dari 15 orang peserta kelas desain fesyen dan 15 peserta kelas produksi.
Para peserta dilatih oleh para mentor berpengalaman dari Indonesia Fashion Chamber, antara lain Wignyo Rahadi, Yufie Kartaatmaja, Elfi Lila, David Kurniawan, dan Made Weda Githa.
“Materi yang disampaikan mencakup pengolahan inspirasi budaya lokal menjadi konsep desain fesyen, pembuatan ilustrasi fesyen, penciptaan pola, serta teknik jahit busana siap pakai yang berkualitas tinggi,” jelas Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu, menambahkan bahwa sebagai hasil dari pelatihan ini, para peserta berhasil menghasilkan koleksi fesyen bertema “Bencoolen Rendezvous,” yang terdiri dari 15 busana siap pakai.
“Koleksi ini kemudian dipamerkan dalam acara Sarasehan Wastra Bengkulu 2025, yang turut menghadirkan peragaan busana serta “Wall of Journey,” yang menampilkan perjalanan kreatif peserta dari sketsa hingga produk akhir,” tambahnya.
Adapun, puncak acara tersebut juga menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antara berbagai pemangku kepentingan, untuk memajukan wastra Bengkulu agar tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu menembus pasar nasional dan internasional.
“Kami berharap pelaku UMKM di Provinsi Bengkulu dapat memperkenalkan dan mengembangkan produk fesyen berbasis wastra yang tidak hanya mencerminkan identitas lokal, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar global,” tutup Wahyu Yuwana.
RIZON SAPUTRA







