Diduga Diterkam Harimau, Seekor Sapi Milik Warga Desa Talang Sakti Ditemukan Tewas di Kebun

Daerah4786 Dilihat

Mukomuko – 19/10/2025, Warga Kecamatan V Koto, Kabupaten Mukomuko, kembali dibuat resah oleh dugaan kemunculan harimau di wilayah perkebunan yang berdekatan dengan permukiman penduduk. Kekhawatiran itu mencuat setelah seekor sapi milik warga ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan.

Korban pemilik hewan ternak, Rawit (45), warga Desa Talang Sakti, mengungkapkan bahwa ia menemukan bangkai sapinya di kawasan Pondok Labuh, sebuah area kebun yang kerap digunakan warga untuk menggembala ternak.

Bagian tubuh belakang sapi mengalami kerusakan parah, dengan kondisi daging di sekitar paha dan ekor nyaris habis, yang menguatkan dugaan bahwa sapi tersebut menjadi korban serangan satwa buas.

Peristiwa tersebut diabadikan oleh Rawit dalam sebuah rekaman video yang sekarang telah beredar luas di kalangan warga desa sekitar.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Talang Petai, Martinus, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. Ia juga telah melihat video yang dimaksud.

“Betul, kami sudah terima informasinya. Korbannya warga dari desa tetangga, Talang Sakti. Lokasi kejadian masih berada di sisi kebun yang belum melewati Sungai Manjunto,” ujarnya.

Sungai Manjunto selama ini menjadi batas alami antara area kebun dan hutan yang menjadi habitat satwa liar. Lokasi ditemukannya bangkai sapi tergolong dekat dengan pemukiman warga, sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Martinus, menambahkan bahwa ada laporan dari warga yang mengaku melihat lebih dari satu ekor harimau berkeliaran di sekitar lokasi kejadian.

“Kami menerima laporan dari warga terkait dugaan kemunculan satwa liar, namun sampai saat ini informasi tersebut masih bersifat indikatif. Kebenarannya belum dapat dipastikan secara faktual,” tutup Martinus.

Meski situasi menimbulkan keresahan, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang disampaikan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu.

Kepala Resort Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Mukomuko, Damin, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima informasi langsung terkait insiden tersebut.

“Kami belum mendapat laporan dari warga maupun pemerintah desa. Jika memang ada indikasi keberadaan harimau, kami imbau agar segera dilaporkan agar bisa segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Damin menegaskan bahwa peran masyarakat dan media sangat krusial dalam membantu mengidentifikasi keberadaan satwa liar yang dilindungi, seperti harimau, untuk mendukung respons dan penanganan yang tepat.

“Dengan adanya laporan yang valid, kami dapat merumuskan langkah mitigasi yang tepat guna memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian satwa liar,” tutup Damin.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *