Mukomuko – 15/8/2025, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, mengusulkan anggaran untuk pengadaan obat bagi hewan ternak yang terdampak penyakit Septicaemia Epizootica (SE), dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Fitriyani Ilyas, menjelaskan bahwa usulan ini merupakan respons atas keterbatasan stok obat SE di daerah Kabupaten Mukomuko, seiring dengan meningkatnya kasus penyakit tersebut sejak beberapa bulan terakhir.
“Untuk mengantisipasi dan menangani penyebaran penyakit SE di wilayah Kabupaten Mukomuko, kami telah mengusulkan pengadaan obat melalui APBD-P tahun 2025 sebesar Rp 60 juta,” ujarnya.
Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko menyatakan bahwa anggaran yang diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025 tidak hanya diperuntukkan bagi pengadaan obat, tetapi juga mencakup vaksin untuk penanggulangan penyakit Septicaemia Epizootica (SE) pada ternak.
“Kasus penyakit Septicaemia Epizootica (SE) sudah mulai terdeteksi sejak akhir April 2025 di wilayah Kecamatan Teramang Jaya, dan pada Juli 2025 telah meluas hingga ke Kecamatan XIV Koto, tepatnya di Desa Suka Rame,” jelas Fitriyani.
Adapun, penyakit Septicemia Epizootica (SE) merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang hewan ternak, terutama kerbau dan sapi, dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat jika tidak segera ditangani.
Penyakit Septicemia Epizootica (SE), pada umumnya menyebar dengan cepat pada musim hujan, terutama ketika kelembapan udara tinggi dan sanitasi lingkungan kurang terjaga.
Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan dan penyebaran mikroorganisme penyebab penyakit, seperti bakteri, virus, atau jamur.
Lebih lanjut, Fitriyani juga menyampaikan harapannya agar dengan adanya pengadaan vaksin dan obat SE ini, upaya penanganan terhadap ternak yang terinfeksi dapat dilakukan secara lebih optimal, serta penyebaran penyakit dapat dikendalikan secara lebih cepat dan efektif.
“Kami berharap dukungan dari seluruh pihak agar penanganan penyakit SE dapat berjalan secara efektif, untuk menjaga kesehatan ternak serta mendukung keberlangsungan ekonomi para peternak di daerah Kabupaten Mukomuko,” tutup Fitriyani Ilyas.
RIZON SAPUTRA







