Dukung Produktivitas Pertanian, Distan Mukomuko Ajukan Rehabilitasi Irigasi Senilai Rp 8 Miliar

Advertorial5642 Dilihat

Mukomuko – Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah, Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, memprioritaskan program rehabilitasi jaringan irigasi yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2025.

Program ini menyasar 5 titik lokasi rehabilitasi jaringan irigasi strategis di wilayah kabupaten, dengan total anggaran mencapai Rp 8 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Oplus_131072

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Fitriyani Ilyas, menyampaikan bahwa program ini telah melalui proses verifikasi teknis dan administratif oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu.

Rehabilitasi ini dirancang untuk mengoptimalkan suplai air irigasi lebih dari 500 hektare lahan sawah yang selama ini belum teraliri secara maksimal.

“Jika pelaksanaan berjalan sesuai rencana, lebih dari 500 hektare sawah di wilayah Mukomuko akan mendapatkan pasokan air yang lebih baik, terutama saat musim kemarau,” ujarnya, (12/6/2025).

Jaringan irigasi yang akan direhabilitasi dengan panjang mencapai lebih dari 5 kilometer, dengan kondisi eksisting saat ini dinilai tidak lagi mampu mendistribusikan air secara efektif.

 

“Rehabilitasi ini diharapkan akan meningkatkan fungsi dan kinerja sistem irigasi yang ada sehingga bisa mendukung pertumbuhan sektor pertanian secara signifikan,” harapannya.

Adapun, pelaksanaan fisik proyek ditargetkan dimulai pada Agustus atau September tahun 2025, setelah seluruh proses perencanaan dan persetujuan oleh kementerian dan balai teknis rampung.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong transformasi sektor pertanian agar lebih adaptif dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak perubahan iklim serta keterbatasan infrastruktur,” jelas Fitriyani.

Oplus_131072

Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Mukomuko untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Fitriyani, juga mengajak masyarakat, terutama kelompok tani yang berada di wilayah sasaran program, untuk turut berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan serta menjaga infrastruktur yang telah dibangun.

“Partisipasi masyarakat dalam perawatan jaringan irigasi sangat penting agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur ini bukan hanya dibangun, tapi juga dijaga bersama,” tutup Fitriyani Ilyas. (Wr/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *