Mukomuko – 6/9/2025, Harga beras medium di daerah Kabupaten Mukomuko tercatat melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini, harga jual di pasaran mencapai Rp 15.156 per kilogram, sementara HET yang ditetapkan pemerintah hanya Rp 14.000 per kilogram.
Untuk menekan lonjakan harga tersebut, Pemerintah Kabupaten Mukomuko bersama Polres Mukomuko menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 15 kecamatan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga beras di pasaran sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan, surplus beras di daerah Kabupaten Mukomuko per Juni 2025 mencapai 20 ribu ton. Jumlah tersebut jauh di atas kebutuhan lokal yang diperkirakan hanya sekitar 18 ton per hari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ketersediaan beras di daerah Kabupaten Mukomuko sangat aman dan bahkan berpotensi menyuplai ke daerah lain.
Bupati Mukomuko, Choirul Huda, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Polres dan Perum Bulog akan terus melakukan intervensi pasar. Keberadaan Bulog menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras.
“Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, kita berharap harga beras dapat terkendali sehingga tidak terlalu membebani masyarakat, terutama di daerah Kabupaten Mukomuko,” kata Bupati Choirul Huda.
Sementara itu, Kapolres Mukomuko, AKBP Riky Crisma Wardana, menegaskan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di daerah Kabupaten Mukomuko akan terus digencarkan hingga akhir tahun 2025.
“Dalam program ini, masyarakat dapat membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan kualitas setara beras pasaran namun harga lebih terjangkau,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres, menambahkan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan beras dengan harga wajar agar inflasi tetap terkendali di daerah Kabupaten Mukomuko.
“Dengan langkah ini, kami berharap harga beras di pasaran dapat kembali stabil, serta kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik,” pungkas AKBP Riky Crisma Wardana.
RIZON SAPUTRA







