Harga Sawit Mukomuko Terbaru: Tertinggi Rp 3.000/kg, Ini Daftar Lengkapnya

Daerah4828 Dilihat

Mukomuko – 5/10/2026, Harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kabupaten Mukomuko, kembali mengalami pergerakan pada Senin, 5 Oktober 2026.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, harga pembelian TBS tertinggi pada periode tersebut berada di PT SAPTA, yakni sebesar Rp 3.000 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, menyampaikan bahwa harga tersebut merupakan harga pembelian TBS yang tercatat di sejumlah PKS di wilayah Kabupaten Mukomuko.

“Dari daftar harga yang diumumkan, sebagian besar PKS masih mempertahankan harga pembelian TBS dibandingkan periode sebelumnya. Namun, terdapat beberapa PKS yang mengalami kenaikan harga,” ujarnya.

Berikut daftar harga TBS kelapa sawit di Mukomuko pada Senin, 5 Oktober 2026:

– PT SAPTA: Rp 3.000/kg (tetap)
– PT USM: Rp 2.870/kg (tetap)
– PT KSM: Rp 2.870/kg (tetap)
– PT SAP: Rp 2.900/kg (naik Rp30)
– PT SSS: Rp 2.880/kg (tetap)
– PT MMIL: Rp 2.890/kg (tetap)
– PT KAS: Rp 2.850/kg (tetap)
– PT MPRA: Rp 2.950/kg (tetap)
– PT DDP: Rp 2.950/kg (tetap)
– PT GSS: Rp 2.890/kg (tetap)
– PT BMK: Rp 2.920/kg (naik Rp30)

Dengan demikian, PT SAPTA menjadi PKS dengan harga pembelian TBS tertinggi, yakni Rp 3.000 per kilogram. Sementara harga terendah tercatat di PT KAS, sebesar Rp 2.850 per kilogram.

“Dari 11 PKS yang tersebut, terdapat dua PKS yang mengalami kenaikan harga masing-masing Rp 30 per kilogram, yakni PT SAP dan PT BMK. Sementara sembilan PKS lainnya tercatat masih mempertahankan harga sebelumnya,” jelas Hari.

Lebih lanjut, Hari juga berharap harga TBS kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko dapat terus mengalami peningkatan, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan para petani sawit.

“Kami berharap harga TBS sawit di Kabupaten Mukomuko terus mengalami peningkatan, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sawit,” pungkasnya.(Rz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *