Mukomuko – 25/6/2025, Petani kelapa sawit di daerah Kabupaten Mukomuko, kembali menghadapi tekanan berat setelah harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di daerah Kabupaten Mukomuko mengalami penurunan signifikan.
Harga beli TBS di tingkat pabrik anjlok dan jauh dari harga yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Bengkulu, menimbulkan keluhan luas di kalangan petani sawit di Mukomuko.
Pemerintah Provinsi Bengkulu sebelumnya telah menetapkan harga acuan TBS untuk periode Juni 2025 sebesar Rp 2.893 per kilogram. Namun di lapangan, harga yang diterima petani justru jauh di bawah ketetapan tersebut.
Pada saat ini harga TBS yang dibeli sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Mukomuko hanya berkisar antara Rp 2.440 hingga Rp 2.570 per kilogram, dengan penurunan harga mencapai Rp 30 hingga Rp 40 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.
Berikut daftar harga TBS di beberapa perusahaan di Mukomuko per Rabu, 25 Juni 2025:
– PT. SAPTA: Rp 2.570/kg
– PT. USM: Rp 2.540/kg (turun Rp 40)
– PT. KSM: Rp 2.490/kg (turun Rp 40)
– PT. SAP: Rp 2.440/kg
– PT. SSS: Rp 2.500/kg (turun Rp 30)
– PT. MMIL: Rp 2.480/kg (turun Rp 40)
– PT. KAS: Rp 2.460/kg (turun Rp 40)
– PT. MPRA: Rp 2.530/kg (turun Rp 40)
– PT. DDP: Rp 2.540/kg (turun Rp 40)
– PT. GSS: Rp 2.510/kg (turun Rp 40)
– PT. BMK: Rp 2.520/kg (turun Rp 40)
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Fitriani Ilyas, menyampaikan bahwa adanya penurunan harga TBS di sejumlah PKS di wilayah Kabupaten Mukomuko pada beberapa hari terakhir.
“Sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2018 Pasal 6, harga pembelian TBS ditetapkan oleh Gubernur. Pengawasan harga juga menjadi wewenang Gubernur melalui dinas terkait di tingkat provinsi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fitriyani, menambahkan bahwa pihaknya hanya bisa berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu untuk menyampaikan kondisi di lapangan.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten hanya dapat melakukan koordinasi dan menyampaikan laporan kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu sebagai bahan evaluasi,” pungkas Fitriyani Ilyas.
Penurunan harga TBS ini menjadi perhatian serius karena kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama yang menopang perekonomian masyarakat di daerah Kabupaten Mukomuko.
RIZON SAPUTRA







