Masalah Gaji dan Armada, Layanan Sampah di Mukomuko Terganggu

Daerah2905 Dilihat

Mukomuko – 25/6/2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mukomuko, tengah menghadapi tantangan serius dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Kabupaten Mukomuko pada tahun 2025.

Kegiatan pembersihan dan pengangkutan sampah di sejumlah wilayah di Kabupaten Mukomuko mengalami hambatan akibat permasalahan dalam sistem penggajian tenaga kebersihan, dan sarana prasarana untuk pengangkutan sampah yang tidak memadai.

Kepala DLH Kabupaten Mukomuko, Budi Yanto, mengungkapkan bahwa sebanyak 56 tenaga kebersihan yang terdiri dari Tenaga Harian Lepas (THL), operator alat berat, sopir, mandor, petugas jaga malam di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), petugas kebersihan pasar, serta petugas kebersihan lainnya, saat ini tidak menjalankan tugasnya. Karena belum adanya kejelasan mengenai sistem penggajian mereka.

“Untuk sementara, seluruh tenaga kebersihan belum ditugaskan kembali karena adanya kendala dalam sistem penggajian. Kami tengah mencari mekanisme terbaik, serta telah melakukan rapat koordinasi dengan Bupati Mukomuko, dan kemungkinan mereka nanti akan dilakukan outsourcing,” ujarnya.

Meskipun tengah menghadapi keterbatasan tenaga kerja serta sarana dan prasarana, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mukomuko menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Mukomuko.

Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan DLH Kabupaten Mukomuko telah turun tangan secara langsung untuk membantu menangani permasalahan sampah di Kabupaten Mukomuko.

“Kami terus berupaya menjaga kebersihan, walaupun dalam kondisi terbatas. Kami mengerahkan ASN untuk ikut serta dalam kegiatan kebersihan di lapangan,” jelas Budi.

Lebih lanjut, Budi, juga menghimbau kepada masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga kebersihan, khususnya dalam menyikapi keterlambatan pengangkutan sampah.

“Dihimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, dan mengumpulkannya di tempat yang layak seperti tong sampah atau karung agar mudah diangkut,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa keterlambatan pengangkutan sampah bukanlah bentuk kelalaian, melainkan akibat dari kendala struktural dan operasional yang sedang dihadapi.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat, dan kami akan terus berupaya sebaik mungkin untuk mengatasi masalah ini. Kebersihan lingkungan tetap menjadi prioritas kami,” pungkas Budi Yanto.

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *