Jelang Idulfitri 1447 H, LPG 3 Kg di Kota Bengkulu Sulit Didapat Warga

Daerah5564 Dilihat

Bengkulu, Aktual Daerah News.Id – 11/3/2026, Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat di Kota Bengkulu kembali menghadapi kelangkaan gas LPG 3 kilogram.

Gas bersubsidi yang biasa digunakan oleh rumah tangga kecil dan pelaku usaha mikro itu sekarang semakin sulit ditemukan, baik di tingkat pangkalan maupun pengecer.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pangkalan LPG di berbagai wilayah Kota Bengkulu terlihat tidak beroperasi karena stok habis.

Warga pun harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari gas, namun banyak yang pulang tanpa hasil.

Warga Kelurahan Sukamerindu, Saripah, mengaku sudah beberapa hari kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak di rumah.

“Sudah empat hari saya cari gas. Dari Sukamerindu sampai ke beberapa pangkalan lain saya datangi, tapi jawabannya sama, stok belum masuk atau sudah habis,” ujarnya.

Kondisi ini membuat banyak warga terpaksa mencari alternatif lain yang harganya lebih mahal. Bahkan ada yang terpaksa membeli gas non-subsidi berwarna pink.

“Kalau pun ada, harga gas 3 kilo sudah tidak wajar. Ada yang jual sampai Rp 50 ribu bahkan lebih. Padahal ini gas subsidi untuk masyarakat kecil,” kata Saripah.

Kemudian, keluhan serupa juga disampaikan Deni Apriansyah, warga Lingkar Barat, dan ia mengungkapkan bahwa gas LPG 3 kilogram sudah sulit ditemukan di wilayah tempat tinggalnya sejak beberapa hari terakhir.

“Biasanya saya beli di warung dekat rumah, tapi sekarang mereka bilang stok tidak ada. Kalau mau cari, harus keliling dulu dan belum tentu dapat. Untuk itu kami berharap pemerintah Kota Bengkulu segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan ini,” ungkapnya.

Ketersediaan gas LPG 3 kg merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan memasak meningkat. Pemerintah daerah perlu lebih fokus pada persoalan yang langsung dirasakan masyarakat.

“Menjelang Lebaran seperti sekarang, masyarakat butuh kepastian kebutuhan pokok, termasuk gas LPG 3 kg. Jangan sampai masalah seperti ini terus berulang setiap tahun,” jelas Deni.

Masyarakat berharap agar pemerintah segera memastikan distribusi LPG 3 kg bersubsidi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Tanpa pengawasan yang baik, masyarakat khawatir kelangkaan gas akan terus terjadi dan semakin menyulitkan masyarakat kecil yang bergantung pada gas melon tersebut.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *