Mukomuko – 14/6/2026, Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Mukomuko, menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II Tahun 2026 di Aula Hotel Abyan Mukomuko, pada Minggu, 14 Juni 2026.
Kegiatan yang digelar setiap lima tahun sekali ini dibuka oleh Bupati Mukomuko Choirul Huda yang diwakili Asisten III Setdakab Mukomuko, Ali Muchsin.
Musda II menjadi forum tertinggi bagi alumni HMI di Kabupaten Mukomuko. Selain mengevaluasi program kerja periode 2021–2026 dan membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, forum ini juga merumuskan rekomendasi organisasi serta menyusun arah kebijakan KAHMI untuk lima tahun mendatang.
Koordinator Presidium Majelis Daerah KAHMI Mukomuko, M. Ali Saftaini, SE, menyampaikan Musda tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum memperkuat peran alumni HMI dalam pembangunan daerah.
“Musda ini harus menjadi ruang konsolidasi gagasan agar KAHMI semakin mampu menjawab berbagai persoalan daerah. Alumni HMI harus hadir sebagai mitra kritis yang memberikan pemikiran dan solusi bagi kemajuan Mukomuko,” ujarnya.
Sementara itu, Presidium Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Bengkulu, Dr. Zacky Antony, SH., MH., menegaskan bahwa KAHMI merupakan wadah strategis yang memiliki tanggung jawab untuk terus melahirkan gagasan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
KAHMI tidak hanya menjadi tempat silaturahmi alumni, tetapi juga harus mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.
“KAHMI harus tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian kepada umat, bangsa, dan daerah,” katanya.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Ali Muchsin menyampaikan apresiasi atas kontribusi alumni HMI yang selama ini aktif memberikan masukan melalui KAHMI.
Diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan KAHMI terus diperkuat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia maupun penyusunan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Pemerintah daerah membutuhkan pemikiran, kritik yang membangun, serta solusi dari berbagai elemen, termasuk alumni HMI,” ungkapnya.
Dalam sidang Musda, peserta membahas sejumlah agenda penting, di antaranya penguatan kelembagaan organisasi, peningkatan kapasitas alumni, serta penyusunan program kerja yang fokus pada sektor pendidikan, ekonomi, dan kepemudaan di Kabupaten Mukomuko.
Lebih lanjut, Ali Muchsin juga berharap rekomendasi yang dihasilkan dalam Musda tidak hanya menjadi dokumen organisasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan dialog bersama pemerintah daerah.
“Kami mengajak KAHMI untuk terus bersinergi mengawal pembangunan daerah dan menjadi jembatan antara masyarakat dengan kebijakan publik,” tutup Ali Muchsin.
RIZON SAPUTRA













