Mukomuko – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, berencana untuk membentuk Rabies Center di seluruh puskesmas pada 2025.
Langkah ini diambil untuk mempercepat dan meningkatkan penanganan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di wilayah Kabupaten Mukomuko.
Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Mukomuko, Ruli Herlindo, menyampaikan bahwa saat ini terdapat delapan puskesmas yang telah berfungsi sebagai Rabies Center, dari total 17 puskesmas yang ada di daerah Kabupaten Mukomuko, 1/1/2025.
“Delapan puskesmas yang sudah berfungsi sebagai Rabies Center adalah Puskesmas Ipuh, Pondok Suguh, Bantal, Penarik, Lubuk Pinang, Kota Mukomuko, Selagan Raya, dan Teras Terunjam,” sampainya.
Pada 2025 mendatang, seluruh puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Mukomuko akan diubah menjadi Rabies Center.
Lebih lanjut Ruli Herlindo, menambah bahwa pendirian Rabies Center di setiap puskesmas ini bertujuan untuk mengatasi keterlambatan pemberian vaksin antirabies (VAR) kepada korban gigitan HPR.
“Apabila penanganan terlambat, rabies dapat merusak sistem saraf pusat dan berpotensi menyebabkan kematian,” tambahnya.
Setiap puskesmas yang telah menjadi Rabies Center akan dilengkapi dengan fasilitas medis dan tersedia vaksin antirabies.
“Dan petugas kesehatan di puskesmas tersebut telah memiliki keahlian khusus, karena mereka telah menjalani pelatihan intensif mengenai penanganan rabies yang diselenggarakan di luar daerah,” jelasnya.
Adapun jumlah kasus gigitan HPR di Kabupaten Mukomuko mengalami kenaikan pada 2024, yaitu, sebanyak 101 orang tercatat sebagai korban gigitan HPR dan meningkat dari 92 orang pada tahun sebelumnya.
Kemudian Ruli, juga mengingatkan bahwa kasus terbanyak terjadi pada Januari dengan 16 korban, disusul bulan Februari (12 korban) dan Maret (13 korban). Sementara itu, untuk bulan Oktober dan November tercatat masing-masing sembilan kasus.
“Sebagai langkah pencegahan, kami telah menyiapkan 192 vial vaksin antirabies untuk diberikan kepada warga yang menjadi korban gigitan HPR,” pungkasnya. (rz)







