Mukomuko – 12/7/2025, Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, akan melaksanakan program peningkatan kapasitas nelayan melalui pelatihan modifikasi alat tangkap ikan di daerah Kabupaten Mukomuko pada tahun 2025.
Program ini didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025, dan bertujuan untuk mendukung praktik perikanan yang berkelanjutan serta mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem laut.
Pelatihan ini difokuskan pada perubahan penggunaan alat tangkap jenis trawl atau alat tangkap sejenis yang selama ini dinilai kurang ramah lingkungan, menjadi alat tangkap yang lebih berkelanjutan.
Alat tangkap ramah lingkungan yang akan diperkenalkan dan disosialisasikan dalam pelatihan ini mencakup pancing (hook and line), jaring insang (gillnet), bubu (fish trap), dan jaring angkat (lift net).
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko, Warsiman, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan direncanakan berlangsung pada awal bulan Agustus tahun 2025. Dengan menggandeng Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang.
“Pelatihan ini akan difokuskan kepada kelompok nelayan dari Kecamatan Teramang Jaya, khususnya Desa Pasar Bantal, serta nelayan di wilayah Kota Mukomuko. Kedua daerah ini masih terdapat praktik penggunaan alat tangkap yang belum sepenuhnya memenuhi kriteria ramah lingkungan,” ujar Warsiman.
Dinas Perikanan Mukomuko juga telah menjalin koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu untuk mematangkan jadwal dan teknis pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Dengan langkah ini, kami berkomitmen untuk mendukung pelestarian sumber daya ikan serta menjaga keseimbangan ekosistem laut demi keberlangsungan mata pencaharian nelayan dan generasi mendatang,” jelas Warsiman.
Lebih lanjut, Warsiman, juga berharap para nelayan benar-benar dapat mengikuti pelatihan secara aktif, dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam praktik keseharian mereka.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata dalam mengubah kebiasaan nelayan untuk beralih ke metode tangkap yang lebih berkelanjutan,” tutup Warsiman.
RIZON SAPUTRA










