Perkuat Ketahanan Pangan: Pemdes Bumi Sari Dukung Program Nasional “1 Desa 1 Hektar Jagung”

Inovasi Desa3596 Dilihat

Kepahiang, Aktual Daerah News.Id – 12/7/2025, Pemerintah Desa Bumi Sari, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, melaksanakan kegiatan penanaman jagung sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional “1 Desa 1 Hektar Jagung” pada 9 Juli 2025.

Program ini merupakan bagian dari visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Turut dihadiri oleh sejumlah pihak, antara lain Kepala Desa Tarmuji, Sekretaris Camat Ujan Mas, perwakilan BUMDes, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), mahasiswa KKN Universitas Bengkulu, pendamping desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bumi Sari, Tarmuji, menegaskan bahwa penanaman jagung ini bukan hanya sebatas kegiatan pertanian, melainkan wujud nyata komitmen desa dalam mendukung agenda besar nasional.

“Kami sepenuhnya mendukung program ketahanan pangan nasional. Ini adalah bentuk kontribusi desa dalam mewujudkan visi Presiden untuk menciptakan kemandirian pangan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Program “1 Desa 1 Hektar Jagung” merupakan bagian dari Gerakan Nasional Tanam Jagung Serentak 1 Juta Hektar yang juga didorong oleh Kapolda Provinsi Bengkulu.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi jagung nasional, memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani melalui optimalisasi hasil panen yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan,” jelas Tarmuji.

Di sisi lain, keterlibatan unsur TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi wujud sinergi yang memperkuat stabilitas wilayah serta mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Tarmuji, juga berharap agar program mampu menjadikan Provinsi Bengkulu sebagai salah satu daerah strategis dan unggulan dalam mendukung peningkatan produksi jagung nasional.

“Keberhasilan implementasi akan sangat bergantung pada kesinambungan pengelolaan lahan, pendampingan berkelanjutan, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *