Pencegahan Efektif, Kasus DBD di Mukomuko Melandai

Daerah5449 Dilihat

Mukomuko – 11/7/2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, mengonfirmasi bahwa jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Mukomuko hingga pertengahan tahun 2025 tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Kepala Bidang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mukomuko, Hamdan, menyampaikan bahwa data yang dihimpun dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Mukomuko, tercatat sebanyak 65 kasus DBD sejak Januari hingga Juni tahun 2025.

Dengan rincian, tercatat 15 kasus (DBD) di bulan Januari, 7 kasus di Februari, 10 kasus pada Maret, 14 kasus pada April, 14 kasus pada Mei, dan hanya 5 kasus di bulan Juni tahun 2025.

“Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan kasus DBD di daerah Kabupaten Mukomuko, terutama pada bulan Juni tahun 2025. Ini menjadi sinyal positif bahwa upaya pencegahan yang dilakukan mulai memberikan hasil,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, terus menggencarkan langkah-langkah pengendalian dan pencegahan penyebaran DBD. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pengasapan (fogging) di wilayah yang terindikasi rawan penyebaran nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab DBD.

“Keterlibatan aktif masyarakat sangat penting dalam gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui penerapan metode (3M Plus) menguras, menutup, dan mendaur ulang, serta hindari genangan air sekitar lingkungan sebagai langkah efektif menekan populasi nyamuk penyebab DBD,” jelas Hamdan.

Lebih lanjut, Hamdan, juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Mukomuko untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak ada genangan air, guna menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi semua.

“Dengan langkah ini, kami berharap angka kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) di daerah Kabupaten Mukomuko, dapat terus ditekan dan tidak mengalami peningkatan pada masa mendatang,” tutup Hamdan.

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *