PLN Soroti Dampak PLTS Atap, Pemerintah Siapkan Penambahan Kuota 2025

Nasional6078 Dilihat

Nasional, Aktual Daerah News.Id – 26/9/2025, PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap memiliki konsekuensi terhadap sistem kelistrikan perusahaan, khususnya pada keandalan trafo.

Dikutip dari media cnbcindonesia.com, Direktur Utama PT PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan energi bersih melalui PLTS Atap. Namun, ia mengingatkan perlunya kesiapan infrastruktur agar tidak menimbulkan gangguan kelistrikan.

“Jika seluruh PLTS Atap terpasang secara bersamaan, ada potensi trafo tidak mampu menahan beban sehingga justru bisa memicu pemadaman,” ujarnya.

Meski demikian, PLN juga terus melakukan penguatan pada jaringan transmisi dan distribusi agar kapasitas PLTS Atap yang terintegrasi dapat meningkat.

Lebih lanjut, Chairani, menambahkan bahwa pemasangan PLTS Atap oleh pelanggan kadang berimplikasi pada penurunan konsumsi listrik dari PLN.

“Pelanggan yang memasang rooftop biasanya tidak menambah permintaan listrik, bahkan sebagian menurun. Tapi kalau tujuannya untuk energi hijau, kami tetap mendukung,” ungkap Chairani Rachmatullah.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan akan membuka kembali kuota pemasangan PLTS Atap mulai 1 Juli 2025.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyebut kebijakan ini diambil untuk merespons tingginya minat masyarakat dan industri terhadap energi terbarukan.

“Masyarakat yang ingin memasang PLTS Atap dapat mengajukan izin dan kuota melalui aplikasi PLN Mobile. Setelah disetujui, pemasangan bisa dilakukan secara mandiri atau melalui vendor,” ucapnya.

Lebih lanjut, Eniya, menambahkan bahwa permintaan dari sektor industri menjadi salah satu faktor utama pemerintah menambah kuota.

“Banyak industri sudah mengajukan permintaan, sehingga arahan Pak Menteri adalah memperluas kuota PLTS Atap, khususnya untuk mendukung pengembangan solar PV di sektor industri,” tutup Eniya Listiani Dewi.

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *