Ratusan Kepsek PAUD hingga SMP di Mukomuko Segera Dimutasi

Daerah4873 Dilihat

Mukomuko – 20/1/2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko, memastikan kebijakan mutasi ratusan kepala sekolah lintas jenjang pendidikan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Mutasi ini meliputi kepala sekolah jenjang PAUD, SD, hingga SMP di daerah Kabupaten Mukomuko.

Kepala Disdikbud Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita, S.Pd., MM., menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran kepemimpinan di lingkungan satuan pendidikan, khususnya bagi kepala sekolah yang telah menjabat dalam jangka waktu cukup lama.

Dari total kepala sekolah yang ada di Kabupaten Mukomuko, sekitar 80 persen telah masuk dalam daftar mutasi. Rinciannya terdiri dari 175 kepala sekolah PAUD, 137 kepala sekolah SD, dan 60 kepala sekolah SMP.

“Lamanya masa jabatan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses penyusunan daftar mutasi. Namun demikian, langkah ini sama sekali tidak dimaksudkan sebagai bentuk hukuman atau sanksi terhadap kepala sekolah yang bersangkutan,” jelasnya.

Menurutnya, mutasi ini lebih kepada pembinaan dan penyegaran organisasi. Jika seseorang terlalu lama berada di satu tempat, dikhawatirkan akan menimbulkan kejenuhan, baik bagi kepala sekolah itu sendiri maupun bagi lingkungan sekolah.

Rotasi kepemimpinan merupakan hal yang lumrah dalam sistem birokrasi, termasuk di sektor pendidikan. Dengan adanya mutasi, diharapkan dapat mendorong lahirnya semangat baru, ide-ide inovatif, serta peningkatan kinerja sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan.

“Seluruh kebijakan yang diambil bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan di Kabupaten Mukomuko agar lebih efektif, dinamis, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan,” kata Arni.

Lebih lanjut, Arni, menambahkan bahwa proses mutasi tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Melainkan mutasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing sekolah serta kondisi di lapangan.

“Kami tetap mengutamakan keberlangsungan proses belajar mengajar. Jangan sampai mutasi ini justru menimbulkan kekosongan kepemimpinan yang dapat mengganggu aktivitas pendidikan di sekolah,” tutup Arni Gusnita, S.Pd., MM.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *