Mukomuko – 24/9/2026, Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun ditemukan meninggal dunia di kawasan Pantai Desa Rawa Bangun, SP 10, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, pada Kamis, 24 September 2026. Hingga sekarang, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban.
Korban diketahui merupakan warga Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang. Jasad korban ditemukan warga pada Kamis pagi 24 September 2026, di kawasan pantai dalam kondisi tidak mengenakan pakaian.
Mendapat laporan tersebut, personel kepolisian segera mendatangi lokasi dan melakukan tindakan awal untuk memastikan kondisi tempat kejadian serta mengamankan area yang diperlukan dalam proses penyelidikan.
Petugas Polsek Kota Mukomuko bersama tim Inafis Satreskrim Polres Mukomuko kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi. Setelah proses awal dilakukan, jasad korban dievakuasi ke RSUD Mukomuko untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.
Pemeriksaan medis tersebut menjadi salah satu langkah penting bagi penyidik untuk memperoleh petunjuk mengenai kondisi korban serta membantu mengungkap penyebab kematiannya.
Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K., menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami kejadian tersebut dan belum mengambil kesimpulan mengenai penyebab meninggalnya korban.
“Untuk penyebab kematian masih kita dalami. Korban sudah dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan serta visum di RSUD Mukomuko. Kami juga melakukan pendalaman terhadap kronologi dan keterangan saksi-saksi,” ujarnya.
Menurutnya, penyidik juga tengah menghimpun informasi dari sejumlah saksi, termasuk pihak yang pertama kali mengetahui maupun menemukan korban.
Keterangan tersebut nantinya akan dibandingkan dengan hasil pemeriksaan medis untuk mendapatkan gambaran mengenai rangkaian kejadian.
Kapolres menegaskan, proses penyelidikan dilakukan secara bertahap dan setiap informasi yang diperoleh akan terlebih dahulu diverifikasi. Polisi tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh data dan hasil pemeriksaan yang diperlukan tersedia.
Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan dugaan atau informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terutama terkait penyebab kematian korban.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuat kesimpulan sendiri terkait kejadian ini. Apabila ada masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan korban maupun kejadian di lokasi, silakan sampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Hingga Kamis siang, pemeriksaan terhadap jasad korban masih dilakukan di RSUD Mukomuko. Penyidik menunggu hasil pemeriksaan medis sebagai salah satu bahan dalam proses pengungkapan kasus tersebut.
Selain itu, polisi juga menelusuri aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Keterangan keluarga dan saksi lainnya akan dikumpulkan untuk membantu menyusun kronologi secara utuh.
Sampai saat ini, kepolisian belum menyatakan bahwa korban meninggal akibat tenggelam, kecelakaan, ataupun faktor lainnya. Penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut.(Rz)







