Mukomuko – 2/3/2026, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, memastikan ketersediaan vaksin Septicaemia Epizootica (SE) atau penyakit ngorok untuk hewan ternak di daerah Kabupaten Mukomuko pada tahun 2026.
Kepala Bidang Peternakan, Diana Nurwahyuni, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 4.000 dosis vaksin SE, untuk mencegah penyebaran penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian mendadak terhadap ternak sapi dan kerbau di daerah Kabupaten Mukomuko pada tahun 2026.
“Vaksinasi ini sangat penting untuk membentuk kekebalan tubuh ternak terhadap bakteri Pasteurella multocida, yang menjadi penyebab utama penyakit ngorok pada kerbau dan sapi di daerah Kabupaten Mukomuko,” ungkapnya.
Untuk diketahui, pada tahun 2025 lalu, kasus SE di Kecamatan Teramang Jaya cukup tinggi. Tercatat sekitar 2.000 ekor sapi dan kerbau mati mendadak, dan terpaksa dipotong karena terjangkit penyakit tersebut. Kondisi itu menimbulkan kerugian besar bagi para peternak.
“Dengan demikian, pelaksanaan vaksinasi ini menjadi langkah strategis dalam memberikan perlindungan optimal terhadap ternak sekaligus menjaga stabilitas dan keberlangsungan ekonomi para peternak di Mukomuko,” kata Diana.
Lebih lanjut, Diana menyampaikan bahwa hingga saat ini pada tahun 2026 belum terdapat laporan adanya kasus penyakit ngorok yang menyerang ternak di wilayah Kabupaten Mukomuko.
“Kami mengimbau para peternak agar segera melapor ke Bidang Peternakan jika menemukan ternak yang menunjukkan gejala sakit, sehingga dapat segera ditangani dan tidak menyebar ke ternak lainnya,” tutup Diana Nurwahyuni.
RIZON SAPUTRA







