Mukomuko – 29/1/2026, Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan program pemberian makanan bergizi gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pra-sekolah.
Program ini merupakan bagian dari upaya nasional dalam percepatan penurunan angka stunting yang saat ini menjadi fokus utama pemerintah. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap di sejumlah desa dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor.
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Mukomuko turut berperan aktif dalam mendukung program tersebut, khususnya melalui penguatan peran petugas dan kader di tingkat lapangan.
Sebagai pelaksana teknis, Dinas KB Mukomuko mengerahkan sebanyak 43 Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB) yang tersebar di seluruh kecamatan. Setiap PKB didukung oleh satu Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) serta dua Sub PPKBD di masing-masing desa, sehingga pengawasan dan pendampingan kegiatan dapat berjalan secara berjenjang hingga tingkat desa.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, SKM, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mendukung program pemberian makanan bergizi sebagai langkah strategis dalam pencegahan stunting.
“Dinas KB mendukung penuh pelaksanaan program ini. PKB bersama kader di lapangan telah menjalankan kegiatan di sejumlah desa dan memastikan sasaran program menerima makanan bergizi sesuai ketentuan,” ujarnya.
Keberadaan kader KB di desa memiliki peran penting karena mereka lebih memahami kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat setempat. Selain mendampingi pelaksanaan program, kader juga berperan memberikan edukasi kepada keluarga terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu dan anak.
“Program ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan makanan, tetapi juga membangun kesadaran keluarga agar lebih peduli terhadap asupan gizi, terutama pada masa tumbuh kembang anak,” kata Bustam.
Lebih lanjut, Bustam juga berharap agar program pemberian makanan bergizi ini ke depan dapat menjangkau seluruh desa di Kabupaten Mukomuko, dan ia optimistis, dengan dukungan pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat, upaya pencegahan stunting dapat berjalan optimal.
“Jika semua pihak bergerak bersama, kita yakin generasi Mukomuko ke depan akan tumbuh lebih sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” tutup Bustam Bustomo.
RIZON SAPUTRA







