Diprediksi Musim Kemarau Segera Tiba, BPBD Mukomuko Minta Warga Tidak Membuka Lahan dengan Cara Membakar

Daerah4425 Dilihat

Mukomuko – 22/4/2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang masuknya musim kemarau yang diperkirakan mulai terjadi pada Mei 2026.

Perkiraan tersebut mengacu pada informasi dan data prakiraan musim yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Perubahan musim ini perlu menjadi perhatian serius, mengingat wilayah Mukomuko memiliki sejumlah titik yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat curah hujan mulai menurun.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi, mengatakan bahwa memasuki periode kemarau, potensi kebakaran biasanya meningkat karena suhu udara yang lebih panas serta kondisi lahan yang semakin kering.

Situasi ini tidak boleh dianggap sebagai hal biasa, karena karhutla dapat muncul secara tiba-tiba, terutama di kawasan perkebunan, semak belukar, maupun lahan yang sebelumnya pernah terbakar.

“Jika sudah memasuki kemarau, risiko kebakaran pasti naik. Apalagi jika ada aktivitas masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar. Maka ini harus diantisipasi bersama-sama sejak sekarang,” katanya.

Upaya pencegahan akan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah meluas. Oleh karena itu, BPBD Mukomuko meminta seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di lahan, serta tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apapun.

Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Kebakaran lahan dapat memicu kabut asap, menurunkan kualitas udara, mengganggu kesehatan warga, serta menghambat aktivitas ekonomi dan sosial.

“Dampaknya sangat besar. Tidak hanya merusak hutan dan lahan, tapi juga bisa mengganggu pernapasan, aktivitas sekolah, bahkan transportasi. Karena itu pencegahan harus jadi prioritas,” jelas Ruri.

Selain itu, Ruri juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pemantauan di wilayah rawan, termasuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti pemerintah kecamatan, desa, pihak kepolisian, TNI, serta pihak perusahaan yang memiliki lahan luas.

Diharapkan, seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan lingkungan, terutama jika menemukan indikasi munculnya asap atau titik api di sekitar permukiman maupun kawasan perkebunan.

“Kalau masyarakat melihat tanda-tanda kebakaran, jangan menunggu api membesar. Segera laporkan supaya cepat ditangani,” lanjutnya.

BPBD Kabupaten Mukomuko, menilai kesiapsiagaan sejak awal musim kemarau menjadi kunci penting agar peristiwa karhutla yang sering berulang setiap tahun dapat ditekan semaksimal mungkin.

Lebih lanjut, Ruri juga berharap semua pihak dapat bekerja sama, mulai dari pemerintah, aparat, hingga masyarakat di tingkat desa, agar Kabupaten Mukomuko dapat terhindar dari bencana kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau mendatang.

“Kita tidak ingin kejadian karhutla terulang lagi. Jadi semua pihak harus tetap siaga, karena pencegahan dari awal akan menentukan,” tutup Ruri Irwandi.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *