Fly Jaya Siap Meramaikan Industri Penerbangan Indonesia

Nasional123 Dilihat

Jakarta, Aktual Daerah.Id – 22/1/2025, Industri penerbangan Indonesia akan kedatangan pemain baru dengan hadirnya maskapai (Fly Jaya) yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2025.

Pemerintah menyambut baik kehadiran maskapai ini untuk mengatasi tingginya permintaan transportasi udara di tanah air Republik Indonesia.

Seperti yang dikutip dari media CNBC Indonesia, dalam hal ini, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa dirinya belum menerima informasi resmi mengenai Fly Jaya, namun ia menegaskan bahwa kehadiran maskapai baru selalu diterima dengan positif untuk meningkatkan pelayanan transportasi udara kepada masyarakat.

“Memang saya belum menerima laporan terkait hal ini, tapi saya akan cek terlebih dahulu kepada staf. Meski demikian, saya rasa kehadiran maskapai baru sangat baik untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat dalam sektor penerbangan,” ungkap Dudy.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menambahkan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar 750 pesawat untuk melayani seluruh kebutuhan penerbangan domestik, sedangkan saat ini hanya ada sekitar 410 pesawat yang tersedia.

Oleh karena itu, setiap investasi yang bertujuan menambah jumlah armada penerbangan sangat diharapkan.

“Indonesia memerlukan lebih banyak pesawat untuk memenuhi permintaan domestik, dan siapa pun yang berinvestasi untuk hal ini tentunya akan disambut dengan baik,” jelas Erick.

Selain itu, Erick juga menekankan bahwa perusahaan-perusahaan milik negara seperti Pelita, Garuda dan Citilink akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengoptimalkan armada yang ada.

Potensi pasar transportasi udara domestik Indonesia yang sangat besar. Jika dilihat perbandingannya dengan pasar domestik di Amerika dan China, ia yakin Indonesia memiliki potensi yang luar biasa.

“Dalam waktu sekarang tinggal bagaimana kita menambah jumlah pesawat untuk memaksimalkan potensi ini,” tambahnya

Lebih lanjut Erick Thohir, juga mengungkapkan bahwa maskapai BUMN akan terus berusaha menambah armadanya, sehingga kontribusi dari maskapai swasta untuk menyediakan 200 pesawat sangat positif bagi sektor penerbangan Indonesia.

“Tentu saja, maskapai BUMN seperti Pelita, Garuda, dan Citilink akan terus menambah jumlah pesawat,” pungkasnya. (rz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *