Indonesia Tegaskan Netral di Tengah Konflik Dagang AS-China, Prabowo: Keduanya Sahabat Baik

Nasional111 Dilihat

Jakarta, Aktual Daerah.Id – 12/4/2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia akan tetap menjaga posisi netral di tengah memanasnya konflik dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Dikutip dari media KOMPAS.com, Presiden Republik Indonesia RI, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa kedua negara yang terdiri dari Amerika Serikat (AS), dan Tiongkok adalah merupakan mitra strategis dan sahabat baik bagi Negara Republik Indonesia.

“Indonesia tidak akan memihak. Kami menghormati semua negara. Baik Amerika Serikat maupun China adalah teman dekat kami,” ujar Prabowo.

Selain itu, ia juga berharap agar Indonesia dapat berperan sebagai jembatan antara kedua kekuatan ekonomi dunia tersebut.

Terkait dengan hubungan bilateral dengan Tiongkok, kerja sama antara kedua negara tidak mungkin dihentikan mengingat kedekatan dan keterikatan yang sudah terjalin lama.

“Tidak mungkin kami memutuskan untuk kerja sama dengan Tiongkok. Hubungan kita sudah sangat erat dan saling menguntungkan,” ungkap Prabowo.

Dalam konteks global, konflik dagang antara AS dan Tiongkok sekarang memasuki fase baru yang menimbulkan ketidakstabilan pada perekonomian dunia.

Presiden AS, Donald Trump, secara bertahap telah menaikkan tarif impor terhadap produk-produk asal Tiongkok, mulai dari 34 persen hingga mencapai 125 persen.

Sebagai respons, pemerintah Tiongkok memberlakukan tarif serupa terhadap produk-produk asal Amerika Serikat AS.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Keuangan Tiongkok mengecam langkah sepihak AS yang dinilai melanggar prinsip-prinsip perdagangan internasional.

“Kebijakan tarif tinggi yang diterapkan oleh AS merupakan bentuk intimidasi dan pemaksaan sepihak. Ini bertentangan dengan hukum ekonomi serta akal sehat,” demikian bunyi pernyataan pemerintah Tiongkok.

Beijing menegaskan akan tetap bersikap tegas dan tidak ragu mengambil langkah balasan jika kepentingan nasionalnya terusik.

“Jika AS memilih untuk terus meningkatkan tekanan dengan tarif, Tiongkok tidak akan tinggal diam. Kami siap mengambil tindakan balasan dengan tegas dan berjuang hingga akhir,” tegas pernyataan tersebut.

Ditengah ketegangan ini, Indonesia berupaya menjaga hubungan baik dengan kedua belah pihak dan berharap akan tercapai kesepakatan damai yang dapat meredakan situasi serta membawa stabilitas bagi ekonomi global.

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *