Mukomuko – 8/5/2026, Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, masyarakat Kabupaten Mukomuko mendapat kabar menggembirakan.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko dipastikan akan menerima bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2026.
Kabupaten Mukomuko menjadi salah satu daerah di Provinsi Bengkulu yang usulannya paling menonjol dalam program bantuan hewan kurban presiden tahun ini.
Sebelumnya, pemerintah daerah melalui instansi terkait telah mengajukan tiga ekor sapi dengan kualitas premium untuk diusulkan sebagai hewan kurban bantuan presiden.
Dari hasil seleksi, usulan sapi asal Mukomuko mendapat respons positif dan masuk dalam daftar prioritas penerima bantuan.
Sapi yang diusulkan pun bukan sapi biasa. Jenis sapi simental berukuran jumbo menjadi pilihan utama karena dikenal memiliki bobot besar dan kualitas daging yang baik.
Untuk tingkat provinsi, telah ditetapkan satu ekor sapi simental dengan bobot mencapai 1,2 ton. Sapi tersebut merupakan milik peternak asal Desa Pasar Sebelah, Kecamatan XIV Koto, dengan usulan harga sekitar Rp 113 juta.
Sementara itu, khusus untuk jatah Kabupaten Mukomuko, disiapkan sapi simental berbobot sekitar 900 kilogram milik peternak asal Desa Sidodadi, Kecamatan Penarik. Harga sapi tersebut diusulkan berkisar antara Rp 93 juta hingga Rp 96 juta.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, mengungkapkan rasa syukur atas disetujuinya usulan bantuan sapi kurban tersebut.
“Alhamdulillah, usulan kita mendapatkan respons positif. Mukomuko memang mendominasi untuk alokasi kurban presiden kali ini. Saat ini kami terus memantau kondisi kesehatan hewan-hewan tersebut agar benar-benar prima saat hari pemotongan nanti,” ujarnya.
Adapun, tim kesehatan hewan dari dinas terkait terus melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan sapi-sapi tersebut dalam kondisi sehat, terbebas dari penyakit, serta layak untuk dijadikan hewan kurban.
Lebih lanjut, Hari menambahkan bahwa keberhasilan peternak lokal Mukomuko menyediakan sapi simental berkualitas tinggi menjadi bukti bahwa sektor peternakan di daerah ini terus berkembang, terutama dalam hal pembibitan dan penggemukan ternak.
“Ini bukan sekadar bantuan kurban biasa, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap geliat peternakan di daerah kita. Semoga proses penyaluran hingga penyembelihan nanti berjalan lancar dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tutup Hari Mustaman.
RIZON SAPUTRA












