Kenali Tanda-Tanda Gangguan Jantung di Pagi dan Malam Hari

Nasional218 Dilihat

Edukasi, Aktual Daerah.Id – 20/4/2025, Menjaga kesehatan jantung merupakan salah satu langkah penting dalam menunjang kualitas hidup.

Jantung bekerja terus-menerus tanpa henti untuk memompa darah ke seluruh tubuh, memastikan setiap organ mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan.

Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa beberapa gangguan jantung bisa dikenali dari gejala yang muncul pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi dan malam hari.

Dikutip dari media KOMPAS.com, Dokter Spesialis Jantung dari Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dr. Habibie Arifianto, menjelaskan bahwa kinerja jantung dipengaruhi oleh irama sirkadian, yaitu siklus biologis tubuh yang mengatur berbagai fungsi fisiologis harian seperti tidur, suhu tubuh, serta produksi hormon.

Irama sirkadian juga turut mengatur kerja sistem saraf simpatis dan parasimpatis, yang berperan dalam mengatur detak jantung serta tekanan darah.

Saat seseorang bangun tidur, sistem saraf simpatis cenderung lebih aktif, menyebabkan detak jantung meningkat.

Sebaliknya, saat malam hari, sistem parasimpatis mengambil alih, membuat tubuh lebih rileks dan detak jantung melambat.

Namun, gangguan pada irama sirkadian atau sistem saraf ini dapat menjadi indikasi adanya masalah pada jantung.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

1. Jantung Berdebar
Penderita gangguan jantung, seperti gagal jantung, kerap merasakan detak jantung yang tidak normal terutama saat malam atau pagi hari.

Hal ini terjadi sebagai bentuk kompensasi tubuh atas ketidakseimbangan metabolik akibat lemahnya fungsi pompa jantung.

2. Nyeri Dada
Kondisi ini dapat dialami oleh penderita penyakit jantung koroner.

Peningkatan aktivitas jantung yang tidak sesuai dengan irama sirkadian, seperti saat tekanan darah melonjak, bisa menyebabkan meningkatnya kebutuhan oksigen pada otot jantung, yang berujung pada nyeri dada.

Lebih lanjut, dr. Habibie, juga menambahkan bahwa ketidaksesuaian aktivitas jantung dengan ritme biologis alami tubuh bisa menjadi indikator awal gangguan jantung yang perlu segera diperiksa.

“Menjaga kesehatan jantung bukan hanya tanggung jawab mereka yang telah memiliki riwayat penyakit, melainkan juga menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat,” tambahnya.

Mengacu pada pedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung:

Mengontrol Tekanan Darah: Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, berenang, atau menari dapat membantu menstabilkan tekanan darah.

Menjaga Asupan Oksigen: Olahraga teratur membantu tubuh memanfaatkan oksigen secara efisien, memperkuat fungsi jantung.

Menjaga Berat Badan Ideal: Mengurangi konsumsi makanan berlemak dan tinggi kolesterol penting untuk menghindari penumpukan plak pada pembuluh darah.

Mengelola Stres: Stres yang terkontrol berdampak positif pada kestabilan tekanan darah dan kesehatan jantung.

Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur: Serat dan antioksidan dalam buah serta sayur membantu menurunkan kolesterol jahat dan menjaga elastisitas pembuluh darah.

“Dengan memahami ritme alami tubuh dan mengenali gejala-gejala awal gangguan jantung, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada serta mengambil tindakan preventif sejak dini untuk menjaga kesehatan jantung secara optimal,” tutup dr. Habibie Arifianto.

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *