Mahasiswa Bengkulu Gelar Aksi Damai Tolak Tambang Emas di Seluma

Daerah158 Dilihat

Bengkulu, Aktual Daerah.Id – 23/4/2025, Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Gubernur Bengkulu pada Selasa, 22 April 2025.

Aksi ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pertambangan emas di Kabupaten Seluma, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia.

Dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan, mahasiswa menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap kondisi lingkungan di Bengkulu yang dinilai kian memprihatinkan.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, para peserta menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam dan menghentikan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

Dikutip dari media detikSumbagsel, dalam hal ini Koordinator lapangan aksi, Teo Ramadhan, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respons atas keresahan masyarakat terkait eksploitasi sumber daya alam yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

“Kami hadir di sini untuk memastikan suara masyarakat didengar. Ini bukan hanya soal tambang emas, tapi juga menyangkut keselamatan lingkungan dan masa depan Bengkulu,” ujarnya.

Selain menyoroti isu tambang emas, para mahasiswa juga menuntut penyelesaian berbagai persoalan lain di daerah, termasuk pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai yang berdampak pada ekonomi lokal, polemik PLTU Teluk Sepang yang belum terselesaikan, serta kasus kriminalisasi petani.

Dalam salah satu segmen aksi, mahasiswa menggelar aksi diam selama 15 menit sebagai simbol keprihatinan, sambil membentangkan poster bertuliskan “Tolak Tambang”, “Pulihkan Lingkungan”, dan “Stop Kriminalisasi Petani”.

Lebih lanjut, Teo, menegaskan bahwa gerakan ini tidak berhenti pada aksi hari ini. Mahasiswa berencana melakukan tindak lanjut dalam tujuh hari ke depan untuk memastikan aspirasi mereka ditindaklanjuti.

“Kami ingin kebijakan yang benar-benar berpihak pada rakyat dan keberlanjutan lingkungan,” tutupnya.

Sementara itu, Pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu yang diwakili oleh Asisten II Setda, RA Denny, menyatakan akan menampung dan meneruskan seluruh aspirasi tersebut kepada Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang saat itu sedang tidak berada di tempat.

“Kami berkomitmen menjembatani suara mahasiswa kepada pimpinan daerah Provinsi Bengkulu,” ungkap Denny.

Aksi ini menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan, serta perlunya transparansi dan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan strategis di daerah.

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *