Mukomuko – 14/7/2025, SD Negeri 07 yang berlokasi di salah satu kawasan padat penduduk di Kecamatan Kota Mukomuko menghadapi kenyataan pahit: hanya lima murid yang mendaftar pada tahun ajaran baru di 2025.
Fenomena ini memunculkan tanda tanya besar, mengingat wilayah sekitar sekolah masih dihuni banyak keluarga dengan anak usia sekolah.
Alih-alih menyekolahkan anak di sekolah terdekat, sebagian besar orang tua justru memilih mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah lain di luar zona tempat tinggal.
Temuan ini terungkap saat Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko, Frenky Janas, melakukan kunjungan langsung ke sekolah SDN 07 di Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko.
Dalam hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko, Frenky Janas, menyampaikan keprihatinannya terhadap rendahnya minat masyarakat lokal terhadap sekolah yang secara lokasi seharusnya sangat strategis.
“Letaknya di tengah pemukiman, aksesnya mudah. Tapi anehnya, malah sepi murid. Ini jadi alarm bagi kita semua,” ujarnya.
Penyebab utama dari kondisi ini adalah lemahnya penerapan sistem zonasi pendidikan di daerah Kabupaten Mukomuko.
Padahal, kebijakan zonasi sejatinya dibuat untuk memastikan pemerataan akses pendidikan, serta mencegah penumpukan siswa hanya di sekolah-sekolah favorit.
“Kalau zonasi dijalankan dengan benar, sekolah-sekolah seperti SDN 07 pasti terisi. Ini bukan soal jumlah anak, tapi soal kepercayaan dan sistem yang tidak ditegakkan,” tegas Frenky.
Lebih lanjut, Frenky, juga mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Mukomuko untuk bersikap tegas dan tidak hanya menjalankan sistem zonasi sebagai formalitas administratif.
“Selain itu, dalam hal ini juga pentingnya peningkatan mutu sekolah, terutama di wilayah pinggiran, agar orang tua yakin anak-anak mereka mendapat layanan pendidikan yang setara,” tambahnya.
Tak hanya soal murid, aspek fisik sekolah pun tak luput dari sorotan. Berdasarkan pantauan langsung, kondisi bangunan SDN 07 di Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko saat ini juga memperihatinkan.
Beberapa ruang kelas SDN 07 di Kecamatan Kota Mukomuko terlihat mengalami kerusakan pada atap dan plafon, bahkan ada yang membahayakan keselamatan siswa maupun guru.
“Kita tidak bisa menunggu sampai roboh dulu baru diperbaiki. Soal keselamatan siswa harus jadi prioritas,” pungkas Frenky Janas.
RIZON SAPUTRA







