Pemerintah Targetkan Tambah 100 Titik Sekolah Rakyat, Tampung Hingga 10.000 Siswa

Nasional5409 Dilihat

Nasional, Aktual Daerah News.Id – 5/7/2025, Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menargetkan penambahan 100 titik baru untuk program Sekolah Rakyat pada tahap kedua.

Menteri Sosial Republik Indonesia, Saiful Yusuf, menargetkan di tahap kedua untuk menambah 100 titik Sekolah Rakyat, dan jika tercapai, bisa menampung hingga 10.000 siswa.

“Saat ini, program Sekolah Rakyat telah berjalan di 40 titik dengan jumlah siswa tercatat mencapai lebih dari 5.000 orang. Lokasi-lokasi tersebut merupakan bagian dari implementasi tahap kedua yang sedang berlangsung,” ujarnya, seperti yang dikutip dari media KOMPAS.com, pada (5/7/2025).

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum tengah melakukan pendataan terhadap bangunan-bangunan yang akan digunakan sebagai sekolah rakyat.

“Renovasi akan dilakukan terhadap bangunan yang tidak memenuhi standar kelayakan agar dapat segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” jelas Yusuf.

Lebih lanjut, Yusuf, menambahkan bahwa seiring proses renovasi, pemerintah juga tengah mempersiapkan proses seleksi terhadap tenaga pengajar dan calon siswa yang akan mengisi sekolah-sekolah tersebut.

“Kami menargetkan pada bulan Juli ini, sudah dapat diperoleh gambaran jelas mengenai lokasi-lokasi tambahan yang akan digunakan untuk pelaksanaan program Sekolah Rakyat tahun 2025,” tambahnya.

Adapun, pelaksanaan Sekolah Rakyat tahap pertama akan resmi dimulai pada Senin, 14 Juli 2025. Kegiatan awal akan diisi dengan program matrikulasi, masa orientasi siswa dan guru, serta pemeriksaan kesehatan.

“Saat ini, kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi siswa, guru, dan tenaga pendidik lainnya sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai,” katanya.

Dilanjutkannya, untuk tahap pertama Sekolah Rakyat di Indonesia akan diikuti oleh lebih dari 9.700 siswa dan 1.469 guru yang telah terdaftar.

“Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah dalam mewujudkan akses pendidikan yang inklusif dan merata, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang masih minim atau belum terjangkau layanan pendidikan yang layak,” pungkas Saifullah Yusuf.

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *