Mukomuko – 6/1/2026, Pemerintah Kabupaten Mukomuko, terus mematangkan rencana hibah lahan milik daerah yang akan digunakan untuk pembangunan kantor cabang Perum Bulog di wilayah Kabupaten Mukomuko.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan dan stabilitas pangan di tingkat lokal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxandi Utria Dharma, menyampaikan bahwa proses hibah lahan saat ini masih berada pada tahap pembahasan dan pemenuhan persyaratan administratif.
Pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait guna memastikan proses berjalan sesuai ketentuan.
“Pembahasan sudah kami lakukan bersama stakeholder terkait. Ada beberapa tahapan administrasi yang harus diselesaikan sebelum hibah lahan ini dapat ditetapkan secara resmi,” ujarnya.
Mekanisme hibah lahan tidak dapat dilakukan secara sepihak. Pemerintah daerah tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari.
Untuk itu, Pemkab Mukomuko akan meminta rekomendasi dan pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Kami memastikan proses hibah ini mendapat rekomendasi dari BPKP dan Kemendagri, sehingga status lahan yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan gudang Bulog memiliki kepastian hukum,” kata Elxandi.
Lebih lanjut, Elxandi, menambahkan bahwa rencana pendirian kantor cabang Bulog di Kabupaten Mukomuko dinilai memiliki nilai strategis. Daerah ini dikenal memiliki potensi pertanian yang cukup besar dan berperan sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan beras di Provinsi Bengkulu.
“Dengan hadirnya gudang Bulog di Mukomuko, distribusi bahan pangan pokok diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien, sekaligus mendukung penyaluran cadangan beras pemerintah ke masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, keberadaan gudang Bulog di wilayah Kabupaten Mukomuko juga diyakini mampu menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras, baik di tingkat petani maupun konsumen, terutama saat terjadi gangguan pasokan.
“Harapan kami, setelah seluruh proses ini rampung, kantor Bulog di wilayah Kabupaten Mukomuko dapat memperkuat ketahanan pangan daerah dan membantu menjaga stabilitas harga pangan,” tutup Elxandi Utria Dharma.
RIZON SAPUTRA









